HUT ke-70, Reformasi TNI Masih Belum Tuntas
- ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
VIVA.co.id - Deru mesin jet tempur menggelegar di langit Kota Cilegon, Senin, 5 Oktober 2015. Siang itu, suasana di sekitar Pelabuhan Cilegon, Banten, mencekam.
Masyarakat setempat sangat antusias. Baru kali ini wilayah mereka jadi hajatan besar Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia.
Usianya pun mulai tergolong matang untuk institusi militer, 70 tahun. Maka para petinggi TNI sudah jauh-jauh hari berencana bahwa hajatan besar kali ini harus istimewa.
Maka, di Pelabuhan Cilegon, pagelaran kekuatan TNI pun berlangsung simultan, sekaligus melibatkan tiga matra: darat, laut, dan udara. Tidak hanya baris-berbaris, namun juga ditampilkan peragaan alat-alat tempur TNI yang berlangsung atraktif dan mengundang decak kagum.
Ini terlihat saat dua jet tempur SU-27/30 Sukhoi TNI Angkatan Udara melakukan pertempuran udara (Dogfight) dengan pesawat musuh di sekitar Pelabuhan Cilegon.
Dari arah berbeda, sejumlah jet tempur TNI AU, yakni Hawk 109/209, F-16 Falcon, T-50i Golden Eagle dan SU-27/30 Sukhoi menjatuhkan puluhan ton bom ke sasaran secara bergantian. Target musuh berhasil dilumpuhkan.
Sementara dari aspek laut, sebanyak 53 kapal perang RI (KRI) TNI Angkatan Laut juga melumpuhkan musuh dengan mengarahkan roket ke sasaran. KRI juga meluncurkan roket pemburu kapal selam lawan.
Operasi gabungan dilanjutkan dengan penerjunan empat rubber duck bersama dua tim personel Taifib Marinir dengan pesawat C-130 Hercules Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, serta terjun free fall gabungan Kopasus, Marinir dan Paskhas dengan menggunakan pesawat CN-295 Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma.
Sekelumit demonstrasi pertempuran laut dan udara ini merupakan skenario Operasi Serangan Udara-Laut Strategis yang disuguhkan pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun TNI ke-70 di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Provinsi Banten, Senin, 5 Oktober 2015.
Sekitar 16 ribu pasukan dan ratusan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) dilibatkan dalam memperingati hajatan akbar tahunan TNI. [Baca: ]
HUT TNI yang ke-70 ini mengambil bertema 'Bersama rakyat TNI kuat, hebat, profesional, siap mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian'. Presiden Joko Widodo bertindak sebagai inspektur upacara, sementara Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi didapuk sebagai komandan upacara.
Presiden Jokowi dalam amanatnya mengatakan bahwa TNI adalah bagian dari rakyat. TNI dilahirkan oleh rakyat dan tumbuh besar bersama rakyat. Bahkan, kata dia, Panglima Besar Jenderal Sudirman menyatakan bahwa hubungan TNI dan rakyat adalah ibarat ikan dan air.
"Ikan tidak akan hidup tanpa air. Rakyatlah yang mengandung, merawat, dan membesarkan TNI," kata Jokowi.
Atas dasar itu, Jokowi mengingatkan TNI untuk menegaskan jati dirinya sebagai tentara rakyat. Sehingga, TNI tidak boleh melupakan rakyat. TNI tidak boleh menyakiti hati rakyat. TNI tidak boleh berjarak dengan rakyat, serta harus selalu bersama-sama rakyat.
"Hanya dengan bersama-sama rakyat, TNI akan kuat dalam menjalankan tugas pengabdian pada bangsa dan negara," ujar Presiden.
Menurut Jokowi, hanya bersama-sama rakyat, TNI akan menjadi kekuatan militer yang hebat. Militer yang disegani karena kekuatannya diperhitungkan oleh bangsa-bangsa lain di dunia. "Selain itu, dalam darah TNI juga mengalir jati diri sebagi tentara pejuang," ucap Jokowi.
Sebagai tentara pejuang, Jokowi menekankan TNI harus memiliki daya juang dan semangat pantang menyerah untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian. TNI juga harus mampu menjaga kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dari berbagai ancaman.