'Iron Man' dari Bali, Dipuji dan Diragukan

Sumber :
  • VIVA.co.id/Bobby Andalan

Mimpi Tawan pun menjadi kenyataan. Ia pun nekat merogoh kocek jutaan rupiah demi alat tersebut. Ia optimistis, besi yang dirakitnya dan dilekatkan di tubuhnya itu bisa bekerja tanpa harus diperintah lewat tombol atau pesan khusus.

img_title Kisah Manusia Bertangan Robot di Bali

"(Karena itu) Saya beli seharga Rp4,7 juta dari Amerika," kata Tawan, Selasa 19 Januari 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alhasil, dengan sentuhan rangkaian bekas dan sejumlah kabel penghubung., Tawan pun sepertinya meyakini besi rangkaian itu seperti hidup. Berbekal sensor penangkap pesan otak Tawan pun mewujudkan lengan robotnya.

img_title Perjalanan Spiritual Nikita Willy Mencari Jawaban 'Kenapa Aku Islam?'

"Sebenarnya pengendalinya bukan otak. Cuma kita berpikir saja lalu bereaksi apa. Tak mungkin otak (sepenuhnya), bisa sakit kepala," katanya.

Terlepas dari itu, Tawan tak menampik rakitannya yang berbobot 9 kilogram tersebutmemang masih jauh dari sempurna. Namun lengan robot bersensor mesin Amerika itu, diakuinya cukup membantu. Setidaknya, rangkaian besi itu bisa meringankan kerjanya saat mengangkat barang berat.

img_title Bos BGN Wajibkan Kepala SPPG Ada di Dapur saat Jam Memasak

"Kekurangannya di jari saja. Masih kurang alatnya, jadi belum sepenuhnya sempurna. Terus, saya jadi gampang lelah, karena harus fokus dan konsentrasi agar sensor membaca perintah otak," tutur Tawan.


Diragukan
Namun, apakah sesungguhnya Tawan memang bisa merakit 'tangan robot' layaknya film animasi Iron Man?

Sejak beredarnya kisah Tawan melawan keterbatasannya tersebut dengan menciptakan tangan robot. Banyak pihak mulai meragukan ciptaan Tawan tersebut.

Salah satunya dilontarkan Dosen Teknik Otomasi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya Syamsiar Kautsar. Ia menilai ada kejanggalan dari karya Tawan.

""Proses membaca sensor yang ada pada otak tidaklah semudah itu," katanya.

Selain itu, berdasarkan foto yang dilihatnya pada sejumlah media massa tentang lengan robot kreasi Tawan. Syamsiar tidak menemukan motor penggerak. Hanya ada gear box pada tangan robot itu.

"Kalau berdasarkan bidang yang selama ini saya pelajari, akan sangat sulit siku penggerak itu bisa berfungsi tanpa adanya motor," ujarnya.

http://media.viva.co.id/thumbs2/2016/01/20/360798_sumardana-merasa-belum-sempurna-jadi-manusia-robot_663_382.jpg

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

I Wayan Sumardana, pekerja las di Bali yang memodifikasi tangannya yang lumpuh dengan perangkat robot hingga menyerupai Iron Man, sedang bekerja di bengkelnya pada Rabu, 20 Januari 2016.

Dari pengalamannya, gerakan robot sangat kaku atau terkesan patah-patah. "Gerakannya hanya berbentuk siku atau sudut 90 derajat saja," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut