Berperang Melawan Nyamuk Pembunuh
- REUTERS / Oswaldo Rivas
Sejauh ini, untuk data terbaru serangan demam berdarah yang bisa dikutip dari Kemenkes RI, memang masih terbatas. Data Tahun 2013, tercatat sebanyak 112.511 orang dilaporkan terjangkit penyakit demam berdarah. Dari jumlah itu sebanyak 871 orang bahkan meninggal dunia.
Lalu pada 2014, tercatat ada 71.688 orang yang terjangkit dan sebanyak 641 orang dilaporkan meninggal dunia. Belum dilaporkan bagaimana jumlah kasus demam berdarah secara nasional untuk tahun 2015. Namun diprediksi tidak jauh berbeda dengan tahun 2014.
Sementara itu, untuk kasus 2016, menilik rangkuman laporan di sejumlah rumah sakit dan tercatat media, jumlahnya memang mengalami pergerakan terus. Di Kabupaten Jombang, Jawa Timur misalnya, sudah ada 11 orang meninggal. Lalu, Indramayu 24 orang meninggal, Banten 25 orang, Kuningan Jawa Barat empat orang, dan Purwakarta sebanyak tiga orang meninggal dunia.
"Kami di Kementerian Kesehatan tidak bisa pantau rumah satu per satu. Di setiap rumah harus ada satu jumantik (Juru Pemantau Jentik Nyamuk). Artinya, rumah saya adalah tanggung jawab saya," kata Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek.
Jelas ini butuh penanganan serius. Upaya fogging, perburuan jentik nyamuk, sosialisasi bahaya nyamuk demam berdarah, rasanya perlu ditingkatkan dengan metode yang lebih baru. Maklum, demam berdarah bukan penyakit baru di Indonesia. Namun serangannya tak kunjung bisa ditanggulangi dengan maksimal.
Zika Ikut Menghantui
Sementara itu, sejalan dengan serangan demam berdarah di Indonesia yang mulai mewabah. Isu virus Zika yang disebut-sebut penyebab kelainan bayi, mulai berembus dari Amerika Selatan.
Bahkan, saking menakutkannya virus yang dibawa oleh nyamuk serupa dengan pembawa virus demam berdarah ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) langsung menyematkan status darurat kesehatan internasional soal penyakit tersebut.
WHO khawatir, jika ini tidak segera ditanggapi serius, maka kejadian seperti kasus wabah Ebola yang melanda Afrika Barat pada 2013 yang terlambat penanganannya kembali berulang.![]()
FOTO: Bayi yang diduga terkena dampak serangan virus Zika di Brasil. Ukuran kepala bayi mengecil dibanding bayi normal.
“Kami telah bertemu dan berdiskusi dengan pimpinan serta para ahli kesehatan global yang mendirikan komite badan darurat kesehatan sepakat adanya hubungan kausal antara infeksi Zika selama kehamilan dan mikrosefali. Meskipun hal ini belum terbukti secara ilmiah," ujar Direktur Jenderal WHO, Margaret Chan seperti dikutip Channel News Asia, Selasa 2 Februari 2016.