Berperang Melawan Nyamuk Pembunuh
- REUTERS / Oswaldo Rivas
Perlawanan Serius
Harus diakui, Indonesia kini sudah menjadi salah satu negara endemik nyamuk demam berdarah. Sejauh ini juga secara global, belum ada vaksin nyata yang bisa mengobati atau pun mencegah demam berdarah.
Pemerintah juga telah melakukan sejumlah upaya untuk penanganan demam berdarah. Namun memang harus diakui, banyak yang tak terorganisasi atau berjalan terus secara konsisten.
Atau kalau pun berjalan, ternyata tetap tak memberi efek menekan orang yang terjangkit virus demam berdarah. Sebab itu, dibutuhkan perlawanan serius dan tentu dengan metode baru untuk melawan nyamuk pembunuh tersebut.
Di Sri Lanka, kasus demam berdarah sudah menjadi masalah pelik. Umumnya penyakit ini muncul bersamaan dengan pola musim hujan.
Upaya berupa pemberian denda terhadap warga yang membuat tempat berkembang biak nyamuk hingga ke program pemberantasan demam berdarah nasional pun sudah dilakukan. Namun sayang hasilnya tetap masih jauh dari harapan.
Hingga kemudian ada saran dari Badan Meteorologi Nasional bahwa penanggulangan masalah ini dapat dibantu dengan memahami perkiraan cuaca.
"Ketika kita memiliki data perkiraan yang lebih baik, kita dapat menghubungkan distribusi penyakit dan membuat peta penyakit ini. Sehingga bisa dilakukan pencegahannya," kata peneliti Faseeha Noordeen, kepala Departemen Mikrobiologi Universitas Peradeniya di Sri Lanka dalam International Journal of Infectious Diseases pada Oktober 2013.
Serangan demam berdarah di Indonesia, terbilang fluktuatif. Siklus epidemiknya diperkirakan terjadi dengan rentang sembilan hingga 10 tahun.
Meski demikian, minimnya data yang tepat atas kejadian ini menjadi masalah untuk pemetaan sesungguhnya bagaimana virus Dengue bercokol di Indonesia.
Riset Kementerian Kesehatan, terdata terakhir dilakukan pada 2009. Hasil riset menunjukkan ada lima provinsi yang menjadi daerah tertinggi serangan demam berdarah sepanjang 2005-2009 yakni, DKI Jakarta, Kalimantan Timur, Bali, Sulawesi Utara, dan Kepulauan Riau.
Untuk DKI Jakarta, jumlah kasus infeksi demam berdarah mencapai 313 orang per 100 ribu penduduk. "Terdapat 11 provinsi atau sekitar 33 persen wilayah Indonesia berisiko tinggi demam berdarah," tulis laporan Pusat Data dan Surveilans Epidemiologi Kemenkes RI.![]()
FOTO: Pemeriksaan sampel darah korban serangan demam berdarah