Bersiaga Hadapi Bencana

Ilustrasi titik gempa Mentawai.
Sumber :
  • BMKG

Respons cepat

img_title Sebagian Warga di Mentawai Pilih Tidur di Teras Rumah

Setelah peristiwa gempa itu, respons cepat ditunjukkan pemerintah. Presiden Joko Widodo yang saat itu dalam kunjungan kerja di Sumatera Utara, melalui anggota Tim Komunikasi Presiden, Sukardi Rinakit, menginstruksikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan institusi terkait untuk turun langsung ke lapangan memastikan situasi benar-benar kondusif.
 
"Lakukan langkah-langkah penanganan dampak gempa yang terjadi," kata Sukardi dalam keterangan persnya, menirukan instruksi Presiden.
 
Presiden juga meminta masyarakat Kepulauan Mentawai dan Sumatera Barat untuk tetap waspada apabila terjadi gempa susulan.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak hanya itu, sebagai antisipasi terjadinya bencana susulan, Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, memastikan pasukannya sudah bersiaga.

img_title Dalam Sehari Sumatera Barat Digoyang Gempa Sebanyak 52 Kali

"Kami sudah siagakan pasukan penanggulangan bencana reaksi cepat. KSAD saya perintahkan selalu monitor, komunikasi dengan danrem, dandim," kata Gatot usai upacara serah terima Komando dan Pengendalian (Kodal) Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI 2016, di Taxi Way Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis 3 Maret 2016.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada permintaan kebutuhan pasukan TNI di lapangan. Ada tiga batalyon TNI yang selalu siap diterjunkan ke lokasi bencana.

img_title Gempa 5,1 SR Guncang Mentawai

"Tapi, sejauh ini belum ada kebutuhan. Tiga batalyon kami, satu batalyon adalah batalyon kesehatan. Ketiga batalyon itu siap digerakkan setiap saat," tuturnya.

Tidak hanya tiga batalyon yang disiagakan, Panglima TNI juga mengatakan PPRC bisa diterjunkan membantu korban bencana alam, jika dibutuhkan pasukan tambahan.

"PPRC itu dari semua kesatuan ada, dari AD, AL, AU. PPRC itu bisa untuk bantu bencana alam seperti di Mentawai," ujar panglima. Namun, saat ini, di Mentawai sudah ada pasukan khusus lain yang diterjunkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

TNI Angkatan Udara pun mengerahkan pesawatnya untuk melakukan patroli udara di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Kamis, 3 Maret 2016. Patroli udara itu dilakukan untuk meninjau dampak gempa berkekuatan 7,8 skala Richter yang mengguncang Mentawai, Rabu malam.

"Ini patroli rutin, tapi kami juga siap bila dibutuhkan untuk membantu pasukan tanggap bencana di lokasi," kata salah satu anggota Dinas Penerangan Umum TNI AU, Letnan Kolonel, Sonaji Wibowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut