Bersiaga Hadapi Bencana
- BMKG
Sonaji mengaku belum dapat memastikan kondisi terkini di wilayah yang terkena gempa Mentawai.
Dana siaga
Sementara itu, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani mengungkapkan, Kemenkeu telah mengalokasikan dana siaga khusus, dan siap untuk dicairkan dalam antisipasi bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia.
Â
"Dalam satu minggu ini, Menteri Keuangan (Bambang Brodjonegoro) sudah menyetujui alokasi awal dan on call Rp500 miliar," ujar Askolani kepada awak media di Jakarta, Kamis 3 Maret 2016.
Â
Askolani mengatakan, alokasi dana tersebut memang berdasarkan permintaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Â
Mengenai penggunaannya, Askolani mengatakan, hal itu akan menjadi hak sepenuhnya dari BNPB. "Kebutuhan tergantung BNPB, dan yang menggunakan itu mereka langsung," kata dia.
Anggaran bencana yang tersedia itu bakal menjadi angin segar bagi BNPB. Sebab, menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dari 22 Buoy (mesin deteksi tsunami) yang dimiliki Indonesia, saat ini seluruh alat itu dalam kondisi rusak.
"Tidak ada anggaran untuk perawatan," ujar Sutopo di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Kamis 3 Maret 2016.
Sutopo menambahkan, ditariknya peringatan potensi tsunami pada gempa Mentawai, dilakukan setelah mendapat informasi dari Buoy milik Australia yang berada di selatan Kepulauan Mentawai.
"Di sisi selatan Mentawai ada Pulau Cocos, Australia. Di situ ada satu Buoy milik Australia," katanya.
Buoy milik Indonesia yang saat ini tidak berfungsi disebabkan Pemerintah Indonesia tidak pernah memberikan anggaran untuk perawatan. Selain itu, Buoy rusak karena ulah masyarakat terhadap mesin seharga Rp4-8 miliar.
"Banyak tangan-tangan vandalisme yang merusak Buoy di lautan. Contohnya yang di Laut Banda. Warga banyak mengambil sensor, lampu, dan alat-alat pada Bouy," ujarnya.
Karena itu, BNPB minta agar pemerintah serius memperhatikan masalah tersebut. Mengingat, Buoy sangat berguna untuk mendeteksi apakah suatu gempa berpeluang tsunami atau tidak.
Selain itu, selama Buoy milik Indonesia rusak, katanya, ada lima Buoy milik negara lain yang berada di sekitar Indonesia, yang memberikan sumbangsih pada pendeteksian dini ancaman tsunami di Indonesia.