Belajar dari Mobil Nasional Proton
- www.corporate.proton.com
Bahkan, pemerintah Malaysia menjual sebagian besar saham Proton pada DRB-HICOM. Perusahaan milik salah satu konglomerat Malaysia itu sudah bergerak dalam bidang perakitan mobil berbagai merek, mulai dari VW, Mercedes-Benz hingga Honda.
Sayangnya, di bawah kendali DRB-HICOM, Proton justru makin terpuruk. Mobil yang mereka buat banyak dikeluhkan konsumen.
Bahkan, Proton harus melakukan beberapa penarikan secara besar-besaran, akibat proses perancangan yang terburu-buru dan tidak menjalankan prosedur kontrol kualitas dengan baik dan benar.
Akibatnya, selama empat tahun belakangan ini, Proton harus menanggung kerugian sebesar 2,5 miliar Ringgit (kurang lebih Rp8,1 triliun). Dan menurut salah satu analis keuangan, kerugian Proton tiap bulannya mencapai Rp83,9 miliar.
Dilansir dari The Strait Times Singapore, Rabu 30 Maret 2016, langkah Mahathir untuk mendapat pinjaman dana dari pemerintah Malaysia sebesar 1,5 miliar Ringgit, atau setara dengan Rp4,8 triliun, juga kandas.
Perseteruan antara Mahathir dan Razak disebut-sebut sebagai penyebab Proton gagal mendapat pinjaman utang. Bahkan, Mahathir kini juga sudah tidak lagi menjabat sebagai penasihat senior Petronas.
Namun, pemerintah Malaysia tidak bisa menggeser posisi Mahathir di Proton, karena saham terbesar ada di tangan DRB-HICOM.
Menurut pengakuan Mahathir pada Paultan beberapa waktu lalu, kini Proton harus melakukan reformasi organisasi.
"Agar dapat bersaing, Proton akan mengubah strategi, terutama dalam hal pengembangan produk. Harga akan menjadi lebih mahal, namun ini konsekuensi yang harus diambil," ujarnya.
Tidak hanya itu saja, Proton juga berusaha mengambil hati konsumen dengan memberikan pelayanan yang maksimal, mulai dari potongan harga menggiurkan hingga kemudahan dalam melakukan perawatan kendaraan.
“Kami sadar, tidak mudah mengubah pandangan orang terhadap Proton. Meski kualitas sudah diperbaiki, namun pandangan negatif masih mengendap di benak konsumen,” jelas Mahathir.
Satu hal yang bisa diambil hikmahnya dari usaha Proton untuk menghadirkan mobil nasional, yaitu perlu adanya pemahaman dan kerjasama yang baik antara pemerintah dan produsen.
Hal ini dikarenakan, pemerintah yang membuat regulasi mengenai kendaraan yang dijual di dalam negeri, termasuk kebijakan memberikan keringanan pajak dan lainnya.