Mencari Solusi Berantas Terorisme di Perbatasan

KRI Slamet Riyadi dalam sebuah aktivitasnya.
Sumber :
  • Dinas Penerangan Koarmatim

Kendati demikian, kata Emil, tetap ada yang membedakan. “Kalau di Selat Malaka mengadang perompakan. Tapi, kalau yang kerja sama maritim tiga negara ini lebih ke peningkatan pengamanan dari penculikan dan penyanderaan kelompok Abu Sayyaf. Secara keseluruhan, konsepnya sama. Amankan jalur ekonomi melalui patroli terkoordinasi,” tuturnya.

img_title Abu Sayyaf Ledakkan Bom di Filipina, 9 Orang Tewas

Tak hanya itu. Emil pun mengingatkan, ketiga negara tetap menerapkan prinsip tidak boleh ikut campur urusan dalam negeri antarnegara (noninterference) sebagai bagian dari legalisasi dalam Piagam ASEAN (ASEAN Chapter). Tak heran, kalau TNI tidak bisa langsung masuk ke wilayah Filipina untuk membebaskan sandera WNI dari tangan Abu Sayyaf.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Konflik antara Manila dan Abu Sayyaf sebenarnya urusan internal mereka. Tapi, karena kelompok ini menculik warga negara asing, dalam hal ini Indonesia dan Malaysia, maka menjadi masalah bersama. Namun, tetap tidak melanggar aturan-aturan yang tercantum dalam Piagam ASEAN, utamanya nonintervensi,” kata Emil.

img_title Dikenal Brutal, Tokoh Sentral Abu Sayyaf Serahkan Diri

Mencari Solusi Terbaik

Dengan begitu, pertemuan ini diharapkan akan menghasilkan kesepakatan bersama yang intinya menegaskan kembali komitmen untuk menjaga keamanan di kawasan yang menjadi kepentingan bersama.

img_title Ogah Bayar 8 Miliar Tebus Sandera 5 WNI, Tentara Mau Gempur Abu Sayyaf

Kemudian, menjaga stabilitas untuk kepentingan kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan tersebut. Termasuk, rincian bentuk kerja sama dan koordinasi yang akan dilakukan oleh ketiga negara.

Lantas, bagaimana kesiapan TNI AL? Emil menilai, TNI siap mengemban tugas apa pun untuk mengamankan kedaulatan. Namun, kata dia, harus diakui juga kekuatan TNI AL masih belum maksimal.

“TNI AL harus memenuhi apa yang dinamakan minimum essential force (MEF). Untuk mengamankan wilayah laut kita, maka harus memiliki kapal patroli dan pemburu cepat. Meskipun kekuatan TNI AL, baik segi kualitas maupun kuantitas, di atas Malaysia dan Filipina,” ungkap Emil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oleh karena itu, perlu menggandeng negara tetangga untuk saling bekerja sama mengamankan wilayah teritorial yang luas, khususnya wilayah yang rawan penculikan dan penyanderaan.

Ia pun mengingatkan kalau jalur yang akan dijaga bersama ini adalah jalur penting untuk ekonomi dan transportasi perdagangan, sehingga apabila terus terjadi gangguan maka aktivitas ekonomi di tiga negara tersebut akan tersendat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut