Menunggu Nakhoda Golkar yang Baru
- ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana
"Kita harus betul-betul bersatu padu, berkompetisi bersama berhadapan dengan negara-negara yang lain. Sudah tidak mungkin lagi kita bertarung dengan negara sendiri," kata Jokowi.
Tanpa persatuan, lanjutnya, Indonesia bisa dilibas oleh persaingan yang makin ketat antar negara ASEAN. "Oleh karena itu jangan sampai politik kita dihancurkan dengan perdebatan yang tidak perlu. Perdebatan yang hanya wacana-wacana. Kita harus punya perdebatan yang bisa memberikan solusi untuk bangsa," ujarnya.
Perhelatan besar Partai Golkar itu tak hanya dihadiri Jokowi. Sejumlah tokoh nasional datang  dalam pembukaan Munaslub itu. Mereka di antaranya Wakil Presiden Jusuf Kalla, perwakilan dari sejumlah partai politik seperti Wiranto, Surya Paloh, Djan Faridz dan Romahurmuziy.
Selanjutnya…Rangkaian Menuju Golkar-1…
Pukulan gong menandai pembukaan acara itu. Usai dibuka secara resmi, munaslub pun diisi dengan serangkaian paripurna.
Sehari setelah pembukaan, kegiatan munaslub dimulai dengan Rapat Paripurna I, yang mengusung agenda pengesahan jadwal acara Munaslub 2016. Selanjutnya disahkan pula tata tertib dan dilanjutkan pemilihan pimpinan Munaslub. Tak hanya itu. Dalam rapat paripurna pertama tersebut juga dilakukan penyerahan palu pimpinan, dari pimpinan sementara kepada pimpinan Munaslub 2016 terpilih.
Acara dilanjutkan dengan Rapat Paripurna II, dengan agenda laporan pertanggungjawaban DPP Partai Golkar masa bakti 2014-2019. Kemudian digelar Rapat Paripurna III yang akan mendengarkan pandangan umum dari tingkatan Dewan Pimpinan Daerah (DPD).
Usai itu, peserta munaslub mengadakan  Rapat Paripurna IV. Agendanya adalah penyampaian tanggapan sekaligus penjelasan dari DPP Golkar atas pandangan umum tersebut. Dalam sesi paripurna ini juga disampaikan pernyataan pimpinan munaslub terhadap laporan pertanggungjawaban DPP Partai Golkar. Kemudian dilanjutkan dengan  pernyataan demisioner DPP Partai Golkar periode 2014-2019.
Pada Rapat Paripurna V akan dilakukan pembentukan komisi dan sekaligus pimpinan komisi-komisi tersebut.
Memasuki Senin, 16 Mei 2016, dijadwalkan dilakukan pemilihan ketua umum Partai Golkar. Namun sebelumnya, para peserta menyepakati persyaratan dan tata cara pemilihannya lebih dulu.
Sempat mencuat wacana untuk melakukan pemilihan secara terbuka. Hal itu dilontarkan Panitia Pengarah Munaslub dan Komite Pemilihan pada Sidang Pra-Munaslub Komisi A bidang Organisasi dan Pemilihan. Panitia meminta agar DPD I dan DPD 2 berembuk kembali untuk menyepakati soal pemilihan tertutup atau terbuka.