Angin Segar Alutsista dari Rusia

Presiden Joko Widodo dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kota Sochi, 18 Mei 2016.
Sumber :
  • REUTERS/Sergei Karpukhin

Namun tahun 1990-an, kasus Timor Timur membuat AS memberlakukan embargo pada Indonesia. Dengan alasan Indonesia melanggar HAM di Timor Timur, AS menolak menjual senjata pada Indonesia. Embargo senjata dan suku cadangnya yang diberlakukan AS membuat Indonesia kembali melirik Rusia. Meski tahun 2005, Presiden AS George W.Bush memutuskan mengakhiri embargo senjata AS pada Indonesia, karena Bush menganggap Indonesia sebagai mitra penting AS untuk membasmi terorisme, namun Indonesia memilih tak sepenuhnya mempercayakan pengadaan alutsista pada AS. Indonesia memilih menguatkan kerja sama militer dengan negara pemasok alutsista, termasuk Rusia.

img_title Menhan Ajak Pengusaha yang Punya Heli-Alutsista Bantu Pemerintah Tangani Karhutla

Menurut Nuning, sikap Indonesia yang memilih kembali terbuka pada Rusia tak masalah. “Setiap produk alutsista pasti punya kelebihan dan kekurangan. Itu biasa saja, yang penting pembelian jangan dibebani dengan perjanjian diplomasi yang bersifat politis dan cenderung tak menguntungkan kita,” ujarnya. Nuning menyarankan, pembelian alutsista dari negara lain sebaiknya dilakukan bila RI belum bisa atau tak dapat memproduksinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai mantan anggota Komisi I DPR RI periode 2009-2014, yang membidangi Kementerian Pertahanan Indonesia, ucapan Nuning ada benarnya. Bulan Juni tahun 2014, Menteri Pertahanan RI saat itu, Purnomo Yusgiantoro, sempat menolak membeli alutsista dari Rusia, jika negara tersebut menolak mentransfer teknologi mereka pada Indonesia. Menurut Purnomo, Rusia mensyaratkan pembelian dalam jumlah besar agar mereka bisa melakukan ToT (Transfer of Technology) pada Indonesia, padahal anggaran militer Indonesia tak cukup banyak untuk memborong peralatan militer.  Saat itu, Purnomo mengancam, jika Rusia tak bersedia ToT, maka Indonesia akan membeli alutsista dari negara blok timur lainnya.

img_title Paspampres Siapkan Alutsista Canggih hingga Anti-Drone untuk Amankan HUT RI ke-81

Oktober 2014, Jokowi dilantik jadi Presiden RI. Dan tahun ini ia ke Rusia, melanjutkan pembicaraan soal pembelian dan kerja sama dalam bidang pertahanan dan keamanan.  Namun pernyataan ajudan Kremlin, Yuri Ushakov, yang dikutip oleh Reuters pada 18 Mei 2016,  tentang memproduksi senjata di bawah lisensi Rusia seperti menjadi sinyal positif, Rusia bersedia mendengarkan permintaan Indonesia. Bagaimana selanjutnya? Mari tunggu realisasi dan niat baik negeri Beruang Putih itu untuk mewujudkannya.

TNI Siapkan 520 Alutsista untuk Peringatan HUT ke-81 TNI

520 Alutsista Bakal Penuhi Monas Buat Peringati HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan 520 unit alutsista dan kendaraan untuk defile pada puncak peringatan HUT ke-81 TNI di kawasan Monas, Jakarta, 5 Oktober 2026.

img_title
VIVA.co.id
15 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut