Ramadan dan Harga Barang yang Selalu Naik
- VIVAnews/Ikhwan Yanuar
Enny menjelaskan, dalam pasar murah, pemerintah menjual harga lebih rendah, tapi pedagang pasar tetap menjual sesuai dengan harga pasar. Sehingga, tujuan untuk menurunkan harga nggak tercapai.
"Begitu stok pemerintah itu habis, harga pasar kembali dengan harga yang ada di mekanisme pasar. Kan jumlahnya terbatas. Ini yang harus dipahami, operasi pasar itu bukan pasar murah. Berbeda," lanjut dia.
Konsep dari operasi pasar, lanjut dia, pemerintah mempunyai stok, dan stok itu mempengaruhi pasokan yang ada di pasar. Dengan adanya pasokan, maka harga itu akan cenderung untuk turun.
"Jadi target efektivitas pasar itu kalau harga di pasar itu turun. Tapi kalau hanya menggelar pasar murah itu harga yang ada di stand pasar murah saja, tapi yang ada di pasar tetap sama. Ini namanya Jaka Sembung," katanya.
Jika yang terjadi adalah pasar murah, tambah Enny, pedagang tidak hanya protes tapi justru mendistorsi pasar.
Pedagang pengecer tidak bisa membuat harga, tergantung kulakannya.
"Kalau kulakannya 100 suruh jual 90 ya nggak mau," kata dia.
Enny mengatakan bahwa bahan pangan secara umum pasokannya mudah rusak. Artinya, jika pasokan itu cukup, tidak ada yang bisa menimbun.
"Kalau pasokan cukup dan yang lain jual murah nggak ada alasan menimbun pasokan. Yang tahu persis berapa kesediaan itu ya pelaku di pasar. Itu gunanya data itu harus valid. Harus sesuai yang ada di pasar."