Dikepung Bencana Longsor
- VIVA.co.id/Dwi Royanto
"Tadi sudah berkoordinasi dengan bupati dan wali kota. Kami mengharapkan penanganan untuk memerintahkan penyelamatan orangnya dahulu serta menyiapkan kebutuhan logistik bagi para korban," katanya.
Guna menghindari jumlah korban terus bertambah, Ganjar mengimbau agar warga yang ada di sekitar lokasi bencana di Jawa Tengah untuk mengungsi dan berlindung di wilayah yang lebih aman.
Â
"Warga di aliran sungai, lereng bukit, tolong segera mengungsi. Siapkan barang-barang berharga dan hubungi pemerintah setempat," kata Ganjar.
Rawan Longsor
Bencana longsor yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Jawa Tengah, sejatinya telah dipetakan oleh BNPB dan disampaikan ke pemerintah daerah setempat.
Sayangnya, banyak pemda belum menempatkan masalah penanganan bencana dalam prioritas pembangunan daerah melalui rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Sementara itu, alokasi anggaran bencana di BPBD masih jauh memadai.
"Idealnya satu persen dari APBD, tapi saat ini hanya 0,02-0,07 persen. Akibatnya, pengurangan risiko bencana belum dapat dilakukan dengan optimal," kata Sutopo.
Â
Padahal, berdasarkan hasil pemetaan BNPB, sebanyak 275 kabupaten/kota di Indonesia masuk kategori rawan longsor. Oleh karenanya, warga yang tinggal di wilayah rawan bencana longsor diimbau agar selalu waspada. "Ada 40,9 juta jiwa penduduk yang tinggal di wilayah itu (rawan longsor)," tutur Sutopo.
Jumlah tersebut sama dengan 17,2 persen penduduk Indonesia tinggal di kawasan rawan longsor dengan tingkat bahaya longsor sedang hingga tinggi. Jumlah itu termasuk 4,3 juta jiwa balita, 322 ribu disabilitas, dan 3,2 juta lansia.
Sutopo juga menyoroti ratusan kabupaten/kota di Indonesia yang rawan bencana longsor minim aksi pencegahan bencana. Padahal, tata ruang dan implementasi kebijakan pembangunan siaga bencana menjadi kunci mengatasi bencana longsor.
"Jika dibiarkan, longsor menjadi bom waktu yang selalu terjadi pas musim hujan," katanya.
Hingga 19 Juni 2016, Sutopo mengatakan, sebanyak 1.062 bencana terjadi di Indonesia. Dari jumlah itu, 201 korban tewas dan hilang serta 1,7 juta penduduk mengungsi akibat bencana banjir, longsor, dan puting beliung.
Sementara itu, sepanjang 2005 hingga 2016, tercatat ada empat kabupaten yang paling rawan longsor.