Aparat Indonesia 'Takut' Monster Pokemon

Pamflet larang bermain permainan Pokemon Go di kompleks Istana Negara.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus Rahmat

VIVA.co.id – Tren Pokemon Go di dunia, ternyata tidak terlalu mulus. Isu keamanan data menjadi hal yang sangat sensitif, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Tidak heran, jika kemudian beberapa instansi mulai mengadakan pelarangan terhadap game ini.

img_title Nggak Perlu Flagship! 10 HP Murah dengan Spesifikasi Seimbang Ini Bisa Jadi Pilihan Praktis untuk Usia 40 Tahun

Instansi terkait politik keamanan, misalnya area penting, seperti Istana Negara, Mabes Polri, dan instansi pemerintahan lainnya. Alasannya, data dan titik lokasi fasilitas pemerintahan/keamanan akan terbongkar dan bisa menjadi asupan Informasi ke pihak intelijen asing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketakutan pemerintah ini bisa dimaklumi, karena permainan hasil kolaborasi Niantic, Nintendo, dan Pokemon Corp., ini membutuhkan akses penuh ke sistem pelacakan lokasi (GPS) dan kamera di ponsel pengguna. Bahkan, beberapa syarat dan ketentuan (T&C) yang disebutkan, saat pengguna men-download game tersebut cukup mengkhawatirkan.

img_title Kenapa HP Bisa Terbakar atau Meledak? Ini Penjelasan tentang Baterai Lithium-Ion yang Perlu Dipahami

“Kami bekerja sama dengan pemerintah dan penegak hukum, atau perusahaan swasta untuk menegakkan dan mematuhi hukum. Kami bisa mengungkap informasi tentang Anda (atau anak Anda) yang kami miliki, atau kontrol ke pemerintah, penegak hukum, atau pihak swasta,” tulis pengembang Pokemon Go dalam T&C yang tertuang di aplikasi tersebut.

Bahkan, saat diinstal, aplikasi itu pun akan terlebih dulu meminta izin untuk bisa mengakses beberapa fitur seperti nomor kontak yang ada di ponsel, lokasi pasti maupun perkiraan, tempat penyimpanan data, membaca data USB, akses ke jaringan, aktivitas atau fitur pengenalan, mencegah ponsel untuk offline, akses ke layanan tagihan Google Play, memasangkan diri ke Bluetooth, menerima data dari internet dan terkoneksi dengan akun Google.

img_title Aris Sanda Dituding Intel hingga Tewas Dibakar, Polisi Ungkap Fakta Sebenarnya

Ini artinya, aplikasi game itu boleh membaca email Anda, boleh melihat isi di dalam memori ponsel, melihat aktivitas Anda di dunia internet, dan menjual data-data pengguna ke pihak ketiga. Banyak orang yang tidak sadar dengan ketentuan tersebut. Wajar saja, karena pengguna kerap melewatkan untuk membaca T&C dalam sebuah aplikasi. Apalagi, T&C milik Pokemon Go yang besarnya bisa mencapai 20 halaman.

Pakar keamanan dunia siber, yang juga pendiri Binary Defense System berbasis di Ohio, David Kennedy mengatakan, dia tidak akan pernah menginstal aplikasi tersebut, karena T&C yang tertuang di dalamnya sangat mengkhawatirkan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut