Merebut Pasar Ojek Online
- VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
Denyut pendatang baru
Selain tiga nama tersebut, ojek online lainnya seakan ditelan Bumi. Ramai diluncurkan setelah itu tak terdengar gegap gempitanya.
Namun usut punya usut, para pendatang baru ojek online itu nyatanya masih 'hidup', juga mengembangkan bisnisnya, meski tak populer dalam pemberitaan.
Salah satu yang VIVA.co.id telusuri yaitu TeknoJek. Layanan ojek online yang diluncurkan pada Mei lalu ini mengklaim sudah punya tiga ribu pengemudi.
TeknoJek mengaku pengemudi telah beroperasi melayani antar jemput penumpang yang ada di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Salah satu pendiri TeknoJek, Robert S.D. yang juga sebagai Chief Executive Officer (CEO) TeknoJek mengatakan, selama dua bulan ini, perusahaannya memang sedang fokus pengenalan layanan kepada konsumen.
Seiring dengan pengembangkan bisnis, TeknoJek juga terus membuka pendaftaran untuk jadi pengemudi TeknoJek. Robert mengatakan, TeknoJek membatasi penerimaan pengemudi, karena mereka ingin memaksimalkan pendapatan yang dicapai 3 ribu pengemudi TeknoJek.
Tapi, pemanggilan dan penerimaan pengemudi tetap terus dilakukan, berjumlah dua orang dalam sepekan.
Selain itu, ada pengemudi yang telah melamar secara online dan masih antre ada sekitar 17 ribu lagi. "Customer yang terdaftar lebih dari 20 ribu orang," ujar Robert.
Soal target, TeknoJek berharap pada 2016 dengan pencapaian yang meningkat. Dari sisi pelanggan, Robert mengatakan TeknoJek menargetkan akhir tahun ini minimal ada 50 ribu order tiap hari.
Soal ekspansi wilayah operasi, dia mengatakan target yang dicanangkan yaitu masuk pasar luar Jawa, tapi itu kemungkinan terlaksana pada tahun depan.
"Rencana di 2017 bukan sekadar order. Pada 2017 sampai pertengahan tahun ada di seluruh pulau. Artinya, Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi minimal itu," ujarnya.
Target itu, menurut dia, bukan mimpi siang bolong. Sebab respons untuk masuk menjadi mitra TeknoJek muncul dari Jawa. Robert menyebutkan dari pendaftaran mitra yang masuk, ada permintaan dari Medan dan Sumatera.
"Itu banyak secara online," ujarnya.
Terkait pendapatan yang dihasilkan pengemudi TeknoJek, Robert mengatakan per bulan ada belasan mitra TeknoJek yang mengantongi Rp2,5 juta pada Juli ini.
Jika dirata-rata, dia mengakui pendapatan pengemudinya memang masih minim, antara Rp1-2 juta. Tapi, menurut dia, hal itu dipengaruhi oleh masih kecilnya pelanggan TeknoJek. "Karena customer masih baru, kami juga baru mulai," ujarnya.