Mengakali Aturan Ganjil Genap dengan Aplikasi

Manusia perak ikon sosialisasi ganjil genap
Sumber :
  • VIVA.co.id / Bayu Januar
VIVA.co.id
img_title Ganjil-Genap Jakarta Ditiadakan pada 29-30 Mei 2025
-

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

img_title Pekan Depan, Pemberlakuan Ganjil Genap Jakarta Hanya 3 Hari
Penerapan kebijakan kendaraan berplat ganjil dan genap, saat ini baru dalam tahap uji coba. Saat pemerintah melakukan uji coba, banyak orang yang berpikir keras untuk bisa menyiasati kebijakan tersebut. Para pengendara, utamanya mereka yang berkantor di wilayah terkena kebijakan itu, mencari cara untuk bisa mencapai kantor tanpa harus terkendala dengan aturan itu.

Kebijakan ganjil genap ini sendiri bukanlah aturan yang dibuat tanpa pikir panjang. Ini merupakan salah satu solusi untuk bisa mengurai kemacetan di ibu kota. Bahkan sebelum mengimplementasikan kebijakan ini, pengembang aplikasi Qlue, yang memang telah berintegrasi dengan pemerintah daerah (pemda) DKI Jakarta, membuat survei kecil-kecilan, melibatkan 4548 responden.

img_title Tak Kurangi Macet, Aturan Ganjil Genap di Jakarta Malah Bikin Mobil Makin Banyak

Dalam survei tersebut, pihak Qlue mempertanyakan ‘Solusi Kemacetan Jakarta Apa yang Paling Efektif?’. Nah, berdasarkan data yang dipaparkan Qlue, dari ribuan komentar yang masuk di forum dan topik diskusi tersebut, sebanyak 12 persen responden menganggap jika aturan ganjil genap cukup efektif. Tentu saja solusi ini masih kalah dengan rencana pembangunan MRT/LRT di Jakarta, yang disukai oleh sekitar 39 persen responden.

“Sejauh uji coba berlangsung, belum ada keluhan yang masuk ke Qlue. Kami sendiri punya solusi bagi masyarakat untuk melaporkan pelanggaran terkait kemaceta yang disebabkan oleh kendaraan yang melanggar. Dengan aplikasi Qlue, jika ada yang melihat kendaraan yang melanggar, penngguna bisa langsung memfoto kendaraan tersebut dan di-upload ke Qlue sehingga petugas akan langsung terima laporan dan bisa segera melakukan tindak lanjut,” ujar Elita Yunanda, Marketinng Communication Manager Qlue, kepada Viva.co.id, Rabu, 3 Agustus 2016.

Tidak hanya itu. Elita juga membocorkan jika Qlue saat ini tidak hanya terintegrasi dengan dinas perhubungan. Dalam waku dekat, aplikasi lokal itu akan terintegrasi dengan Korlantas/TMC Polda Metro Jaya. Ini artinya, pihak kepolisian bisa dengan cepat menindaklanjuti laporan warga terkait kemacetan dan kebijakan ganjil genap.

“Harapannya agar dapat mengurangi kemacetan di kawasan-kawasan yang diterapkan kebijakan ini,” kata Elita.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Teknologi Menyiasati  Ganjil Genap

Bagi pengendara, sepertinya kebijakan ini cukup berdampak baik. Seorang pekerja yang berkantor di Dharmawangsa dan bertempat tinggal di Jakarta Timur mengaku sudah terbebas dari macet di jalanan protokol itu saat akan pulang dan pergi bekerja. Rizal mengaku hanya membutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk pulang ke rumah, dari Kebayoran sampai ke rumahnya di sekitaran Cawang. Padahal sebelum kebijakan diberlakukan, dia mengaku membutuhkan waktu hampir dua jam untuk sampai ke sana.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut