Trotoar Risma dan Dendam Kalijodo Ahok
- PTRI New York
Ahok mengatakan, tujuan Risma menertibkan Dolly memang untuk memberantas prostitusi. Sementara, Ahok menertibkan Kalijodo untuk mengembalikan fungsi kawasan menjadi zona hijau, tidak dijadikan pemukiman, apalagi lokalisasi prostitusi terselubung.
Dengan demikian, tindakan yang harus diambil, memang berbeda. "Ada enggak saya, atau orang Jakarta, marah (Sewaktu Risma mengkritik penertiban Kalijodo)? Saya cuma anggap, kalau dikritik, ya saya belajar. Konteksnya beda. (Penertiban) Dolly sama Kalijodo beda," ujar Ahok.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memiliki penilaian khusus tentang pemicu kegaduhan dua pimpinan daerah itu.
Tjahjo mengatakan, perseteruan kedua kepala daerah ini tidak terkait dengan tata kelola pemerintahan. Hanya ia menilai, saling serang ini lantaran ada ketersinggungan pribadi mengenai prestasi kepala daerah yang lain.
"Ketersinggungan pribadi, menyangkut harga diri pribadi. Apapun seorang kepala daerah, dia memegang amanah didukung oleh masyarakat di daerah, makanya wajar kalau ada egoisme yang membela kepentingan masyarakat daerah," kata Tjahjo di Kantor Presiden, kompleks Istana Jakarta, Jumat 12 Agustus 2016.