Trotoar Risma dan Dendam Kalijodo Ahok

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.
Sumber :
  • PTRI New York

"Ini kan gara-gara dia (wartawan) tanya, bagaimana kalau Bu Risma ikut (Pemilihan Kepala Daerah DKI 2017), kemudian dia mempertontonkan kondisi trotoar dan tamannya yang baik," ujar Ahok di Jakarta.

img_title Risma: Mampukah Saya Penuhi Keinginan Warga Jakarta?

Agar Risma yakin Ahok tak bermaksud meremehkannya, Ahok meminta Risma menonton video pernyataan lengkap dirinya terkait kinerja Risma di Surabaya yang telah diunggah ke saluran YouTube Pemerintah Provinsi DKI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bu Risma, tim Kominfo-nya gampang. Jangan terlalu cepat baca berita. Nonton saja video," ujar Ahok.

img_title Tiba di Jakarta, Risma Ingin 'Sowan' Megawati?

Video itu diunggah untuk meluruskan pernyataan Ahok yang dianggap meremehkan kinerja Risma yang berhasil membenahi Kota Surabaya, termasuk trotoar di sana.

Ahok menegaskan pernyataannya tidak bermaksud meremehkan. Pernyataannya yang banyak dimuat secara tidak lengkap oleh media menimbulkan persepsi itu.

img_title Pengamat Politik Sebut Risma Lawan Terberat Ahok

Ahok mengatakan, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Kehumasan DKI memiliki tugas merekam setiap kegiatan dan pernyataannya sebagai pejabat publik. Rekaman yang kemudian diunggah ke YouTube ditujukan supaya warga bisa mengerti maksud pernyataannya secara lengkap.

Warga tidak sepenuhnya mengandalkan media untuk mengetahui arti dari setiap perkataannya. "Kita kan selalu, tiap kali datang, saya sengaja (direkam) video dari depan. Kenapa? Supaya kalian bisa lihat jalur pikiran saya," ujar Ahok.

Dendam Lama

Meski Ahok telah berusaha secara halus meminta maaf dengan mengeluarkan pernyataan bantahan, tapi perseteruan ini diyakini bukan terjadi karena sebuah spontanitas pamer prestasi saja. Karena, ada unsur dendam lama yang belum terlampiaskan di antara keduanya.

Hal itu terungkap dengan pernyataan Ahok yang mengatakan, Risma juga pernah memberi pernyataan yang bernada mengkritik untuknya. Risma, pada Minggu, 14 Februari 2016, mengkritik cara Pemerintah Provinsi DKI melakukan penertiban terhadap lokalisasi prostitusi terselubung Kalijodo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Risma bahkan membandingkan dengan tindakan penertiban lokalisasi Dolly di Surabaya. Karena menurut Risma,  penertiban tidak perlu dilakukan secara paksa. "Waktu saya hancurin Kalijodo, Ibu Risma kritik saya habis," ujar Ahok.

Namun, Ahok mengatakan, pada saat itu, ia tidak mengeluarkan pernyataan bernada emosi kepada Risma. Dia saat itu membuat perbandingan antara tindakan penertiban lokalisasi Dolly dan Kalijodo.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut