Bahaya Sampah Antariksa di Sumenep

Ilustrasi sampah luar angkasa
Sumber :
  • Space

Luar Angkasa Dipenuhi Sampah

img_title Dasco Telepon Menkes Budi, Minta Kasus Campak di Sumenep Segera Ditangani

Banyak yang tidak mengetahui bahwa di luar angkasa ternyata dipenuhi dengan sampah, baik berasal dari satelit yang tidak terpakai lagi, atau dari bagian upperstage roket, seperti yang baru saja jatuh di Sumenep. Menurut data badan luar angkasa Amerika (NASA), ada sekitar 500.000 sampah yang melayang-layang di luar angkasa. Ukuran paling kecil bisa lebih memiliki berat empat ton dengan diameter lebih dari 10 centimeter dan bergerak mengorbit bumi dengan kecepatan 17.500 meter per jam (mph). Saking cepatnya, jika berpapasan dengan satelit atau pesawat luar angkasa, sampah berukuran paling kecil pun sudah pasti akan merusak obyek yang dikenai. Dari ratusan rebut sampah luar angkasa, sekitar 20.000 memiliki ukuran sebesar bol a softball dan berputar-putar mengelilingi bumi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jumlah sampahini akan semakin bertambah seiring dengan semakin seringnya satelit luar angkasa bertabrakan dengan sampah-sampah tersebut. Seperti yang terjadi pada 1996, satelit milik Prancis harus pecah berkeping-keping karena tertimpa sampah roket dari negara yang sama. Atau pada 2009, ketika satelit Rusia bertabrakan dengan satelit komersial Iridium milik Amerika. Tabrakan itu menambah sekitar 2.000 sampah lagi di luar angkasa. Pada 2007, uji coba antisatelit milik Jepang berhasil meledakkan satelit cuaca dan menambah 3.000 sampah luar angkasa.

img_title Mobil Terparkir Meledak Bikin Geger Warga Sumenep, Satu Orang Luka-luka

Goddard Space Flight Center milik NASA menemukan ada sekitar 2.271 satelit yang saat ini mengorbit bui. Rusia memiliki satelit paling banyak, sekitar 1.324 sedangkan Amerika hanya 658. Sisanya dari negara lain.

Jika sampah luar angkasa sebanyak itu, ini artinya, ada 500.000 kali kemungkinan sampah-sampah itu akan turun ke bumi, seperti yang terjadi dengan upperstage milik Falcon 9 yang jatuh ke Sumenep. Lagi-lagi, kita harus bergantung pada data yang dimiliki negara lain untuk bisa mengantisipasi hal ini.

img_title KLB Campak Picu 17 Kematian Anak di Sumenep, 2.105 Orang Terinfeksi

Akan Diteliti Lapan

Setelah tersiar kabar adanya benda luar angkasa yang jatuh ke bumi, Lapan langsung mengerahkan tim untuk meneliti. Meski yakin bahwa objek itu adalah upperstage Falcon 9 namun Lapan merasa sangat perlu untuk melakukan identifikasi lebih lanjut. Sayangnya hasil identifikasi itu hanya untuk mencari identitas obyek itu semata.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut