Tarif Komunikasi Seluler Turun, Ada yang Salah?
“Jual di bawah harga pasar kenapa predatory? Apalagi market share kami cuma 4 persen. Dengan market share segitu, harus berani coba macam-macam. Kami di situ tidak punya status dominasi. Predatory pricing itu kalau pemain dominan berjualan di bawah cost. Tapi itu juga butuh pembuktian bahwa benar di bawah cost dan bukan promosi,” jelasnya.
Seperti diketahui, pangsa pasar selular di luar Jawa memang dikuasai oleh Telkomsel dengan kisaran lebih dari 80 persen. Indosat hanya mampu meraih empat persen.
Bahkan jika semua non-Telkomsel bergabung (baik Indosat, XL, dan Tri) pangsa pasar hanya mampu mencapai 14 persen pangsa pasar. Jadi ‘sangat naïf jika disebut Telkomsel akan "mati” hanya karena tarif murah yang diimplementasikan para operator itu. Lagipula siapa peduli perusahaan mana yang akan rugi selama masyarakat bisa berkomunikasi dengan tarif yang tidak mencekik leher.
Baru tau nelpon pake m3 Rp1 per detik ke sesama indosat, aje gile murah'y..
— Arius Wiratama (@djrius) 23 April 2010