Tarif Komunikasi Seluler Turun, Ada yang Salah?

Ilustrasi Telepon Menelepon
Sumber :

“Jual di bawah harga pasar kenapa predatory? Apalagi market share kami cuma 4 persen. Dengan market share segitu, harus berani coba macam-macam. Kami di situ tidak punya status dominasi. Predatory pricing itu kalau pemain dominan berjualan di bawah cost. Tapi itu juga butuh pembuktian bahwa benar di bawah cost dan bukan promosi,” jelasnya.

img_title DPR Ultimatum Jaksa Hati-hati Lakukan Penyadapan: Jangan Sampai Langgar Privasi!

Seperti diketahui, pangsa pasar selular di luar Jawa memang dikuasai oleh Telkomsel dengan kisaran lebih dari 80 persen. Indosat hanya mampu meraih empat persen.

Bahkan jika semua non-Telkomsel bergabung (baik Indosat, XL, dan Tri) pangsa pasar hanya mampu mencapai 14 persen pangsa pasar. Jadi ‘sangat naïf jika disebut Telkomsel akan "mati” hanya karena tarif murah yang diimplementasikan para operator itu. Lagipula siapa peduli perusahaan mana yang akan rugi selama masyarakat bisa berkomunikasi dengan tarif yang tidak mencekik leher.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

img_title Operator Telekomunikasi Berani Kasih iPhone 16 Pro Gratis, Syaratnya cuma Ini
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria.

Komdigi Siap Awasi Putusan MK soal Sisa Kuota Internet

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan siap mengawasi pelaksanaan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perlindungan sisa kuota internet.

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut