Menakar Potensi Menang Trump dan Hillary Setelah Debat

Donald Trump dan Hillary Clinton, dalam debat Capres AS ketiga di Las Vegas, Rabu malam, 19 Oktober 2016.
Sumber :
  • REUTERS/Mike Blake

Diberitakan oleh VOA, Ketua DPR AS Paul Ryan mengaku muak mendengar pembicaraan tersebut. Petinggi Partai Republik lainnya John Mc Cain, Senator Arizona yang juga mantan Capres AS tahun 2008 dengan tegas mengatakan, "Trump akan menanggung konsekuensi tindakannya." Ucapan keras lainnya datang dari Mitt Romney, Capres AS tahun 2012, "Trump tidak saja merendahkan istri dan anak perempuan kita. Namun juga menjatuhkan citra AS di mata dunia."

img_title Menteri Luar Negeri AS Era Trump Dinyatakan Melanggar Aturan Etika

Kisah ini berbuntut panjang. Satu per satu perempuan yang mengaku pernah dilecehkan oleh Trump tampil ke hadapan publik dan memberikan kesaksian. Namun alih-alih melunak, Trump balik menyerang perempuan-perempuan tersebut. Bahkan di acara Debat Kandidat Kedua, pada 9 Oktober 2016, Trump tetap mengatakan bahwa perempuan-perempuan itu telah memberi kesaksian palsu untuk menjatuhkannya. "Percayalah pada saya, mereka bukan perempuan pilihan saya," ujarnya seperti dikutip dari VOA, 11 Oktober 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dan kasus pelecehan perempuan ini ternyata memberi pengaruh besar pada elektabilitas Trump. Hanya dua hari setelah kasus ini mencuat, VOA memberitakan, survey yang dilakukan oleh Washington Post-ABC menunjukkan Clinton unggul sembilan persen dikalangan pemilih perempuan, sementara survey yang dilakukan oleh NBC-Wall Street Journal bahkan menunjukkan Clinton unggul 20 persen di kalangan pemilih perempuan.

img_title Biden dan PM Jepang Rancang Persatuan Hadapi China

Drama selanjutnya masih terjadi. Trump marah karena petinggi Partai Republik meninggalkannya. Media AS yang terus memberitakan kasus pelecehan dan melemahnya dukungan perempuan pada Trump tak membuat Trump surut. Trump meradang dan kembali melempar tudingan. Pertandingan belum dimulai, namun Trump sudah mengobarkan kalimat bahwa jika ia kalah dalam pemilu, maka itu terjadi karena ia dicurangi. "Tim kampanye Clinton pasti melakukan kecurangan untuk mencegah saya menang  pemilu," ujar Trump seperti diberitakan oleh BBC, 18 Oktober 2016.

Ucapan Trump membuat Obama berang. Seperti diberitakan oleh BBC, 19 Oktober 2016, hanya beberapa jam sebelum Debat Kandidat Ketiga dilaksanakan, Presiden AS itu mengatakan, tudingan Trump bahwa Pemilu AS akan dicurangi tak berdasarkan fakta. "Jika Anda terus mengatakan bahwa pemilu dicurangi, itu sudah menunjukkan Anda tak memiliki kepemimpinan dan kekuatan, yang dibutuhkan untuk menjadi Presiden Amerika Serikat," ujar Obama. Presiden AS itu juga meminta Trump berhenti merengek dan menyalahkan pihak lain, karena sikap itu tak akan memberinya kemenangan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Pangeran Philip Meninggal Dunia, Trump: Kerugian untuk Inggris Raya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut