Menakar Potensi Menang Trump dan Hillary Setelah Debat

Donald Trump dan Hillary Clinton, dalam debat Capres AS ketiga di Las Vegas, Rabu malam, 19 Oktober 2016.
Sumber :
  • REUTERS/Mike Blake

Calon wakil presiden dari Partai Demokrat yang juga Senator Virginia Tim Kaine, juga mencemooh tuduhan Trump. Ia mengatakan, sikap Trump yang selalu menyalahkan media, menyalahkan Partai Republik, dan menuding negaranya tak mampu melakukan Pemilu dilakukan karena Trump tahu ia akan kalah. "Ia mengumbar imajinasinya karena tahu ia akan kalah," ujar Kaine.

img_title Donald Trump dan Kedua Anaknya Akan Diperiksa Terkait Penipuan

Berbeda dengan Trump yang terus menerus menjadi pemberitaan media. Hillary Clinton tak banyak menuai kontroversi. Kasus penggunaan email pribadi Hillary saat ia menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS tak sesemarak pemberitaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Trump. Bahkan saat Hillary terpaksa beristirahat kampanye karena dugaan pneumonia, juga tak mendapat porsi terlalu besar. Hillary melaju mulus ke Debat Kandidat Ketiga, tanpa hiruk pikuk berlebih. Berbeda dengan Trump yang masuk panggung dengan serangkaian berita yang penuh kontroversi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keras Kepala

img_title Donald Trump Ambil Surat Cinta Kim Jong Un dari Gedung Putih

Sikap keras kepala Trump kembali muncul saat Debat Kandidat Ketiga pagi tadi. Saat moderator bertanya apakah ia akan menerima hasil pemilu, Trump menjawab, ia meragukan, dan tak mau komit pada hasil pemilu. "Saya akan membuat Anda terus merasa tegang," ujarnya pada Hillary. Ucapan itu dibalas Hillary sebagai jawaban yang "mengerikan." "Ia sedang merendahkan demokrasi kita," ujar Hillary seperti dikutip dari BBC, 20 Oktober 2016.

Jawaban Trump soal penolakannya terhadap hasil pemilu ternyata menjadi perhatian media AS. Ucapan Trump yang tetap bersikukuh bahwa ia akan meragukan hasil pemilu jika Hillary menang menjadi berita utama di media-media AS. "Jawaban 'meragukan hasil pemilu' sudah menjatuhkan Trump sejak sekarang, hingga pemilihan nanti," tulis Foxnews.

img_title 5 Fakta Tewasnya Jenderal Qassem Soleimani, Iran Akan Balas Dendam?

Bahkan Breitbart News, media yang selama ini menjadi pendukung kuat Trump menyatakan, jawaban Trump itu telah gagal membalikkan keadaan. Breitbart, seperti dikutip dari BBC, 20 Oktober 2016, menuliskan paska debat, Hillary menggungguli Trump dengan perolehan skor 58 persen, sedangkan Trump 41 persen.

Pemilu AS masih tiga pekan lagi. Namun gejolaknya bisa jadi masih terus terjadi. Tiga minggu ke depan, masih ada kemungkinan yang bisa membalikkan keadaan. Meski saat ini, diatas kertas, dan berkat dukungan media Hillary berpotensi menang, namun kubu Trump masih memiliki waktu untuk membalikkan keadaan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut