Uang Baru Cara Tingkatkan Kepercayaan Rupiah
- VIVA.co.id/Moh Nadlir
Keempat, kualitas uang rupiah perlu dirawat dengan baik. Menjaga rupiah sama, artinya menjaga simbol negara. Masyarakat juga perlu mengurangi kebiasaan tidak baik seperti meremas, membasahi, menstreples. Menjaga uang rupiah perlu ditanamkan sejak usia dini.
Terakhir, kelima, penggunaan gambar pahlawan, pemandangan alam, tarian di rupiah bentuk penghormatan bangsa dan memperkenalkan keragaman seni budaya dan kekayaan alam Indonesia.
Sementara itu, Presiden Jokowi dalam sambutannya di peresmian peluncuran uang rupiah tahun emisi 2016, mengungkapkan dirinya mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai rupiah dengan cara yang nyata, yaitu menggunakan rupiah dalam transaksi keuangan dalam negeri dan menyimpan tabungan dalam bentuk rupiah.Â
![]()
"Saya rasa, ini penting untuk saya sampaikan. Kalau kita cinta rupiah, maka kita tidak akan menyebar gosip aneh dan kabar bohong tentang rupiah. Karena apa? Menghina rupiah, berarti sama dengan menghina Indonesia," ujar Jokowi, Senin 19 Desember 2016.Â
Ia juga mengatakan, mencintai rupiah adalah salah satu wujud kecintaan terhadap kedaulatan dan kemandirian bangsa Indonesia. Alasannya, setiap lembar rupiah yang kita lakukan untuk transaksi sehari-hari adalah wujud kedaulatan Indonesia sebagai negara di tengah ekonomi dunia.
Selanjutnya, momentum penguatan rupiah>>>
Momentum penguatan rupiah
Sementara itu, selain melakukan peluncuran uang rupiah baru, upaya penguatan nilai rupiah, agar dipercaya pasar turut disampaikan Bank Indonesia. Kali ini, Agus Martowardoro memohon dukungan Presiden Joko Widodo untuk mensukseskan Rancangan Undang-undang Redenominasi Rupiah selesai tahun depan di Dewan Perwakilan Rakyat.
Redenominasi sendiri adalah penyederhanaan nilai mata uang menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilai tukarnya. Dalam rangka menciptakan sistem pembayaran yang efisien, cepat, aman, dan handal. Dalam UU itu, BI akan memangkas tiga nol di belakang, namun tidak mengubah nilai dari mata uang tersebut.
Agus mengungkapkan, dengan penyederhanaan jumlah digit tersebut pecahan rupiah akan menjadi lebih sederhana dan efisien. Langkah itu pun, nantinya akan diikuti penyesuaian harga barang dan jasa di masyarakat, sehingga dipastikan redenominasi itu tidak kurangi daya beli masyarakat.Â
Upaya pengajuan RUU Redenominasi ini, sudah dilakukan BI sejak 2013. Pembahasan itu mengalami penundaan di DPR, karena terpengaruh kondisi ekonomi global saat ini yang tidak pasti dan berdampak pada ekonomi Indonesia, sehingga sulit diselesaikan pada tahun tersebut.