Uang Baru Cara Tingkatkan Kepercayaan Rupiah
- VIVA.co.id/Moh Nadlir
Dalam RUU tersebut, terdapat 18 pasal, sehingga jika selesai dibahas pada tahun depan dan menjadi UU, skema yang akan dilakukan BI adalah dua tahun persiapan uang dan minimal selama tujuh tahun melakukan masa transisi. Langkah ini, diharapkan tidak berdampak pada peningkatan inflasi.
Senada dengan Agus, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, jika RUU Redenominasi disetujui, ada masa transisi yang harus diterapkan. Masa-masa tersebut, tentunya tidak boleh terlepas dari tujuan, yaitu mematrikan, memastikan, meyakinkan, dan memperdalam nilai tukar mata uang rupiah.
Ani panggilan akrab Sri Mulyani menuturkan, upaya redenominasi itu, merupakan pembuktian mengenai bagaimana tingkat kekuatan ekonomi Indonesia. Jika redenominasi dilakukan, pondasi perekonomian yang sebelumnya harus diperbaiki, ke depannya juga harus terus dijaga dengan baik.
Berikutnya, perlu sosialisasi>>>
Perlu sosialisasi
Menanggapi dua hal tersebut, Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede kepada VIVA.co.id mengatakan, upaya Bank Indonesia melakukan penerbitan uang rupiah baru tujuan utamanya, adalah supaya mencegah pemalsuan uang yang banyak terjadi.
“Selain itu, BI juga ingin memperkuat penggunaan rupiah di dalam negeri, sehingga membuatnya lebih stabil,” ujarnya, Senin 19 Desember 2016.
Ia memandang, dengan tujuan yang dimaksudkan BI tersebut, tentunya secara otomatis rupiah akan kredibel, sehingga pada akhirnya minat investor untuk berinvestasi dalam rupiah semakin tinggi. Upaya ini, tentunya baru dapat dirasakan dalam jangka panjang, setelah rupiah benar-benar kredibel.
Sedangkan terkait dengan redenominasi, Josua mengatakan, yang terpenting saat ini adalah pemerintah dan BI benar-benar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sebab, saat ini, masih banyak ditemukan masyarakat yang belum paham betul maksud dari kebijakan tersebut.
Menurut Josua, pengetahuan masyarakat yang tidak paham akan redenominasi masih beranggapan bahwa kebijakan itu adalah pemotongan uang, atau sanering, sehingga jika tidak diikuti pemahaman yang baik kebijakan ini, justru akan mendorong inflasi yang tinggi.
Adapun sosialisasi yang sangat penting dilakukan BI, tentunya adalah pada masyarakat di pelosok daerah, sehingga masa transisi memang butuh waktu yang panjang hingga masyarakat betul-betul paham.