Uang Baru Cara Tingkatkan Kepercayaan Rupiah

Uang Rupiah Baru.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Moh Nadlir

Dalam RUU tersebut, terdapat 18 pasal, sehingga jika selesai dibahas pada tahun depan dan menjadi UU, skema yang akan dilakukan BI adalah dua tahun persiapan uang dan minimal selama tujuh tahun melakukan masa transisi. Langkah ini, diharapkan tidak berdampak pada peningkatan inflasi. 

img_title Waktu Antrean Penukaran Uang Baru di PINTAR BI sampai 3.662 Jam, Netizen: Masuknya Setelah Lebaran

Senada dengan Agus, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, jika RUU Redenominasi disetujui, ada masa transisi yang harus diterapkan. Masa-masa tersebut, tentunya tidak boleh terlepas dari tujuan, yaitu mematrikan, memastikan, meyakinkan, dan memperdalam nilai tukar mata uang rupiah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ani panggilan akrab Sri Mulyani menuturkan, upaya redenominasi itu, merupakan pembuktian mengenai bagaimana tingkat kekuatan ekonomi Indonesia. Jika redenominasi dilakukan, pondasi perekonomian yang sebelumnya harus diperbaiki, ke depannya juga harus terus dijaga dengan baik.

img_title Periode Kedua Pendaftaran Penukaran Uang Baru Dibuka Hari Ini, Dapat Jatah Hingga Rp5,3 Juta

Berikutnya, perlu sosialisasi>>>

img_title Cara Tukar Uang Baru untuk Lebaran 2026, Jangan Sampai Kehabisan Kuota!

Perlu sosialisasi 

Menanggapi dua hal tersebut, Ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede kepada VIVA.co.id mengatakan, upaya Bank Indonesia melakukan penerbitan uang rupiah baru tujuan utamanya, adalah supaya mencegah pemalsuan uang yang banyak terjadi.

“Selain itu, BI juga ingin memperkuat penggunaan rupiah di dalam negeri, sehingga membuatnya lebih stabil,” ujarnya, Senin 19 Desember 2016. 

Ia memandang, dengan tujuan yang dimaksudkan BI tersebut, tentunya secara otomatis rupiah akan kredibel, sehingga pada akhirnya minat investor untuk berinvestasi dalam rupiah semakin tinggi. Upaya ini, tentunya baru dapat dirasakan dalam jangka panjang, setelah rupiah benar-benar kredibel.

Sedangkan terkait dengan redenominasi, Josua mengatakan, yang terpenting saat ini adalah pemerintah dan BI benar-benar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sebab, saat ini, masih banyak ditemukan masyarakat yang belum paham betul maksud dari kebijakan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Josua, pengetahuan masyarakat yang tidak paham akan redenominasi masih beranggapan bahwa kebijakan itu adalah pemotongan uang, atau sanering, sehingga jika tidak diikuti pemahaman yang baik kebijakan ini, justru akan mendorong inflasi yang tinggi.

Adapun sosialisasi yang sangat penting dilakukan BI, tentunya adalah pada masyarakat di pelosok daerah, sehingga masa transisi memang butuh waktu yang panjang hingga masyarakat betul-betul paham.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut