Harga Cabai Kian 'Pedas'

Harga cabai meroket hingga Rp180 ribu per kg.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhammad Yasir

Meski begitu, Amran mengaku telah mendapatkan arahan dari Presiden Joko Widodo, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, untuk memperbaiki distribusi pasokan ke daerah-daerah dengan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan.

img_title Usai Minyak Goreng dan Kedelai, Kini Harga Daging Sapi Merangkak Naik

"Memutus rantai pasok, meningkatkan produksi dan stok, sehingga tidak perlu lagi bergantung pada impor, sekaligus dapat menekan lebih baik lagi kontribusi bahan pokok pangan terhadap inflasi nasional," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah juga memastikan tidak akan melakukan langkah impor untuk menekan tingginya harga cabai. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution memastikan hal tersebut.

img_title Meroketnya Harga Pangan Buat Nilai Tukar Petani Desember 2021 Naik

“Kalau cabai, tidak mudah melakukan (impor) itu. Orang Indonesia juga tidak suka dengan cabai dari Thailand,” ujarnya.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan mengatakan, harga cabai di pasaran cenderung mengalami tren penurunan. Dia mengungkapkan, Kemendag telah bekerja sama dengan perusahaan BUMN, yaitu PT Perusahaan Perdagangan Indonesia untuk menekan harga cabai.

img_title Airlangga: Harga Pangan yang Naik Akhir Tahun Untungkan Petani

"PPI sudah melakukan pembelian cabai rawit, baru kami tugaskan PPI. Sekarang, setelah dilakukan ini, harga cenderung menurun. Walau, masih di atas harga rata-rata ditetapkan (Rp29 ribu), tetapi yang tadinya Rp70-80 ribu sekarang Rp42 ribu, dan arah tren turun," ujarnya.

Kenaikan harga cabai diperkirakan mengerek inflasi, apalagi diikuti oleh kenaikan bahan bakar minyak, dan penyesuaian tarif listrik untuk pelanggan mampu 900 Volt Ampere pada awal tahun ini. Bank Indonesia memprediksi terjadi inflasi sekitar 0,6-0,7 persen pada Januari ini.

"Di sistem kami ini, memang untuk harga pangan strategis nantinya akan menjadi kontributor utama terhadap ketidakstabilan makanan. Hasil pantauan kami, mungkin diperkirakan inflasi di Januari di tingkat 0,6-0,7 persen," ujar Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo di Jakarta, Jumat 6 Januari 2017.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Badan Pusat Statistik, Suhariyanto, pun menggarisbawahi pergerakan harga cabai pada 2017. Ia mengharapkan para regulator terkait, seperti Kementerian Perdagangan maupun Kementerian Pertanian, tetap harus mencermati perkembangan harga cabai ke depan.

BPS menyatakan, kenaikan harga cabai ini turut memicu inflasi nasional di bulan Desember. BPS mencatat bahwa penyumbang inflasi terbesar sepanjang 2016 adalah cabai merah dan rokok kretek, masing-masing 0,35 persen dan 0,18 persen.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut