Akankah Industri Rokok Kian Tertekan?

Ilustrasi/Kegiatan Produksi Rokok
Sumber :

Kedua, rokok ilegal juga meningkat akibat harga rokok resmi lebih mahal. "Rokok ilegal sekarang sudah 11 persen lebih. Potensi kehilangan pendapatan baik cukai maupun PPN dari rokok ilegal cukup besar. Kita belum hitung detail (kontribusi ke penerimaan negara) tapi bisa di atas Rp1 triliun," tuturnya. 

img_title Pemerintah Tarik Utang Bikin Cadangan Devisa RI Agustus 2024 Naik Jadi US$150,2 M

Bhima menambahkan, dari kenaikan PPN lebih besar dari kenaikan cukai cuma tetap dengan Rp1 triliun pendapatan dari kenaikan PPN dampak ke inflasi, industri dan tenaga kerja lebih besar negatifnya. Bahkan per triwulan III 2016 data terakhir Badan Pusat Statistik, pertumbuhan industri pengolahan tembakau turun jadi 0,35 persen dari sebelumnya 3,62 persen.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jika dilihat dari kontribusi rokok terhadap inflasi cukup besar. Perokok juga sebagian dari masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Hal ini jadi masalah baru di tengah harga BBM, listrik dan bahan pokok yang naik. Intinya kenaikan PPN rokok bisa memukul daya beli masyarakat," kata Bhima. 

img_title Target Penerimaan Pajak Tahun Depan Naik, Ini Kata Dirjen Pajak
Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menata menu Makan Bergizi Gratis (MBG)

DJP Waspadai Kebocoran Pajak dari Program MBG dan Koperasi Merah Putih, Potensi Loss Mengintai Negara

DJP mengidentifikasi potensi kehilangan penerimaan pajak dari program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih akibat kerancuan kebijakan dan lemahnya pengelolaan.

img_title
VIVA.co.id
20 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut