Ketika Ormas Kian 'Beringas'

Ilustrasi/Aksi unjuk rasa Front Pembela Islam (FPI) di Mabes Polri, Senin (16/1/2017)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

Sejauh ini, apa yang menjadi titah Jokowi itu, secara eksplisit memang belum menunjukkan adanya praktik nyata. Malah kini semakin melebar dan meluas aksi ormas-ormas yang bertindak seperti melawan hukum.

img_title Prabowo Buka Puasa Bareng Tokoh Agama-Pimpinan Ormas Islam Besok

Bentrok GMBI dan FPI yang pecah di Kota Bandung pada awal tahun 2017 pun menjadi contoh nyata. Praktik perusakan, pembakaran hingga penganiayaan pun dipertontonkan secara terbuka. Sementara di sisi lain, kepolisian bagi sebagian besar publik justru masih terkesan membiarkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Apa pun itu, rencana pemerintah menertibkan ormas yang berulah, sejauh ini mendapat respons positif dari berbagai pihak. Hanya saja yang harus digarisbawahi adalah upaya itu jangan sampai menghilangkan hak untuk berserikat.

img_title Prabowo Bicara soal RI Gabung Board of Peace di Depan Pimpinan Ormas Islam

"Jangan sampai upaya melakukan penertiban berbelok menjadi upaya merampas kemerdekaan berserikat tersebut. Jangan sampai pula upaya penertiban digunakan untuk membungkam organisasi yang dianggap kritis terhadap pemerintah," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak.

Sebab, beberapa waktu kebelakang, unsur tebang pilih itu telah menjadi rahasia umum bagi masyarakat. Ketika di daerah-daerah muncul tindakan ormas berupa aksi premanisme dan anarkisme, faktanya tidak ada tindakan yang dilakukan.

img_title Prabowo Undang Ormas Islam ke Istana, Bakal Bahas Isu Dalam Negeri hingga Board of Peace

Akar masalahnya adalah ormas-ormas itu rupanya memiliki kedekatan dengan polisi dan pemerintah. "Karena memiliki kedekatan dengan penguasa," kata Dahnil.

Lalu bagaimana respons polisi soal ini? Hingga kini, sejalan juga dengan kembali pecahnya bentrok ormas di Bandung, kepolisian hanya memberikan respons normatif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komitmen agar ormas anarki ditindak, siapa pun di belakangnya mau, sipil atau militer, sepertinya masih menjadi hal normatif. Tidak ada pernyataan tegas polisi bahwa hal itu akan disikat habis.

"Siapa yang punya bukti (ormas anarkis), saksi, disampaikan. Kalau memang ada kesaksian pidana, sebaiknya disampaikan. Kalau perlu kami masukkan dalam BAP (Berita Acara Perkara)," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Rikwanto.

Silaturahmi Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah (DPP ICATT)

ICATT Perkuat Sinergi Ormas Islam Sulsel, Dorong Aksi Nyata Umat

ICAAT menekankan pentingnya memperbanyak ruang perjumpaan antar ormas islam sebagai upaya memperkuat ukhuwah, persatuan dan kerukunan umat Islam, khususnya di Sulsel

img_title
VIVA.co.id
6 Mei 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut