Jalan Tak Aman Biometrik
- Viva.co.id/Amal Nur Ngazis
"Hanya dengan gaya kasual tanda ‘peace’ di depan kamera, sidik jari akan bisa dibaca secara luas," jelas Isao Echizen, profesor keamanan dan media digital NII dalam koran lokal Sankei Shimbun yang dikutip The Telegraph.Â
Peringatan yang disampaikan pakar keamanan itu bukan main-main. Sebab, kasus pembobolan identitas biometrik sudah pernah terjadi dan korbannya adalah petinggi sebuah negara.Â
Pada 2015, peretas bernama Jan Krissler mengolah kembali selaput pelangi mata dari Kanselir Jerman, Angela Merkel, dari sebuah foto. Dan akhirnya peretas itu bisa membuka akses dalam sebuah pengujian.Â
Kemudian peneliti keamanan mobile Vkansee, pada bulan lalu, mampu membobol sistem autentifikasi sidik jari Touch ID pada perangkat Apple hanya dengan secuil lilin mainan. Peneliti keamanan Tsutomu Matsumoto Universitas Nasional Yokohama, Jelang bisa membobol sensor sidik jari dengan media yang sederhana.
Kasus pembobolan informasi biometrik lainnya melanda badan independen AS yang melayani urusan sipil, Office for Personal Management. Pada tahun lalu, data 5,6 juta sidik jari warga badan AS tersebut dibobol peretas. Kemudian sudah berderet kasus data biometrik beberapa universitas, catatan medis, perbankan, website kencan yang diretas. Beberapa kasus itu membuktikan data biometrik tidak sepenuhnya aman, tak kebal dari serangan peretas.Â
Rawan
Memang debat keampuhan biometrik untuk keamanan cukup seru. Beberapa pakar menegaskan biometrik secara intrinsik aman. Namun ada pakar yang menegaskan sebaliknya.Â
Dikutip dari laman Wired, profesor hukum Georgetown University, Alvaro Bedoya memaparkan analisisnya perbedaan karakteristik antara keamanan kata sandi dan biometrik.Â
Bedoya mengatakan, kata sandi berkaitan erat dengan hal yang privat, tidak diumbar kepada orang lain maupun publik, sementara biometrik di sisi lain, berkaitan erat dengan ruang publik. Dia mencontohkan saat orang menggunakan kata sandi di kartu kredit atau akun lain, umumnya hanya dia yang mengetahuinya, tak ada orang lain yang tahu. Tapi dalam kasus biometrik, identitas pada tubuh manusia mau tak mau terpapar publik.Â
"Saya tahu seperti apa bentuk telinga Anda jika saya bertemu dengan Anda dan mengambil foto resolusi tinggi bentuk telinga dari jauh. Atau saya tahu sidik jari Anda jika kita ngopi bersama dan Anda meninggalkan jejak sidik jari di gelas," jelas Bedoya.Â