TPP Tanpa AS, Antara Peluang dan Ancaman

Ilustrasi perdagangan dengan AS.
Sumber :
  • BBC

Menurut dia, konsep kerja sama multilateral yang kerap menyetarakan AS dengan negara-negara anggota lainnya, dianggap tidak efisien dibandingkan pola kerja sama bilateral, di mana AS masih bisa menjadi lebih superior dari negara lain yang dipilihnya bekerja sama.

img_title Mengejutkan, Donald Trump Jadi Komentator Duel Holyfield Vs Belfort

"TPP ini memang oleh Trump langsung dieliminasi. Tapi, Trump sebenarnya sedang penetrasi besar-besaran secara bilateral. Intinya, dia ingin menghabisi konsep kerja sama multilateral dan menguatkan kerja sama bilateral dengan negara-negara lain," kata Bhima kepada VIVA.co.id.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dampaknya bagi RI

img_title Donald Trump: Kami Akan Rebut Kembali DPR dan Gedung Putih

Sementara itu, terkait dampak bagi ekonomi Indonesia, Bhima optimistis bahwa Trump justru malah akan membuka hubungan bilateral dengan Indonesia, dengan sejumlah kepentingan ekonominya. Kondisi tersebut tentu membuat Indonesia bisa mengamankan peluang ekspornya ke AS.

"Ini momentum yang pas untuk Indonesia, karena mereka enggak bisa benci barang Indonesia. Barang elektronik, manufaktur, dan tekstil kita itu unggul di mata mereka. Bahkan tenaga kerja Indonesia lebih kompetitif," ujarnya.

img_title Menteri Luar Negeri AS Era Trump Dinyatakan Melanggar Aturan Etika

Namun, Bhima menjelaskan jika hal ini bukan tanpa risiko, karena sangat berpotensi menciptakan iklim perang dagang antara AS dan negara-negara lain termasuk China. Dan bila produk China kehilangan pasar di AS, tentu jadi peringatan untuk Indonesia dan negara di kawasan, karena akan banjir barang ekspor dari China.

"Pasar kita kan besar, maka China akan lempar barang ke Indonesia. Data Kemendag saja menyebut bahwa impor kita pada 2016 naik 13 persen secara keseluruhan,” ujarnya. 

“Bahkan impor khusus bahan makanan naik 40 persen, sehingga kita harus waspada serbuan barang impor dari China. Sebab hal ini membuat industri dalam negeri terpukul," kata dia.

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Senada dengan adanya peluang Indonesia memanfaatkan momen keluarnya AS dari TPP, pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, Faisal Basri, menilai AS tak mungkin menutup diri di era seperti ini. Sebab, Trump akan tetap melakukan perjanjian perdagangan bilateral dengan negara lain tak terkecuali Indonesia.

Menurut dia, sulitnya AS untuk memusuhi negara-negara di kawasan Asia Pasifik adalah karena ekspor terbesar negara Paman Sam itu terbesar adalah ke kawasan itu dibandingkan Eropa. Sangat tidak realistis jika AS memusuhi potensi perdagangannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut