Jalan Terjal Transportasi Indonesia
- ANTARA FOTO/Andika Wahyu
VIVA.co.id – Masalah transportasi menjadi isu klasik dalam memaksimalkan potensi ekonomi di seluruh daerah di Indonesia. Pembangunan infrastruktur transportasi dinilai sangat mendesak untuk dilakukan oleh pemerintah.
Wakil Ketua Bidang Riset dan Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan, pemerataan dan pembenahan infrastruktur transportasi memang harus segera direalisasikan, baik di Pulau Jawa sendiri maupun di luar Pulau Jawa.
"Kalau (infrastruktur transportasi) di Jawa harus ada pembenahan. Untuk yang di luar Jawa, jelas perlu pengembangan serius dari pemerintah. Walaupun sekarang sudah mulai digenjot di daerah-daerah perbatasan, tapi itu masih sangat kurang," kata Djoko saat dihubungi VIVA.co.id, Kamis 26 Januari 2017.
Djoko menegaskan, pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa sangatlah penting, guna mendukung pemerataan pembangunan dan meringankan beban sosial dan ekonomi yang harus ditopang Pulau Jawa selama ini.
"Krisis pangan, krisis energi, dan krisis air yang terjadi di Indonesia saat ini, kalau semua hanya digenjot di Pulau Jawa saja, maka habislah Jawa. Jadi tujuannya adalah untuk pemerataan pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa, agar daya dukung daerah bagi Pulau Jawa juga bisa bertambah," ujarnya.
Dalam hal pengembangan infrastruktur transportasi di daerah Djoko menekankan, faktor utama yang harus diperhatikan adalah perlunya memahami fakta geografis di masing-masing daerah. Sehingga, pembangunan infrastruktur bisa tepat sasaran. Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â
Di daerah seperti Maluku, Riau, Nusa Tenggara dan Bangka Belitung, yang didominasi wilayah perairan. Tentunya, lebih membutuhkan infrastruktur yang berbeda dengan daerah-daerah yang wilayahnya dominan daratan.
Selain itu, lanjut Djoko, setelah infrastruktur transportasi di sebuah daerah terbangun. Tugas selanjutnya baik bagi pemerintah pusat maupun daerah, adalah menyediakan unit transportasi yang sesuai dengan kebutuhan bagi masyarakat setempat.
"Kemudian misalnya di Papua. Karena di sana itu banyak sungai, maka sektor itulah yang harus dikuatkan. Kalau di Jawa kan butuh cepat, di sana itu enggak butuh. Asal ada aksesnya, daerah-daerah perairan terpencil itu setidaknya harus didukung dengan adanya transportasi air. Dan yang terpenting, setiap hari mereka bisa dilayani oleh moda transportasi tersebut," ujarnya.