Jurus Angkut Warga Pinggiran Jakarta

Bus JR Connexion dan awaknya.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Yunisa Herawati

VIVA.co.id – Jakarta makin sesak. Jumlah kendaraan yang ada di ibu kota pada 2015, menurut Badan Pusat Statistik, mencapai 121,3 juta unit.

img_title Bus AKAP Diawasi Ketat, Jutaan Perjalanan Ternyata Terindikasi Langgar Aturan

Angka itu terdiri atas 12 jutaan kendaraan beroda empat, 98 jutaan sepeda motor, 2,3 juta bus, dan 6,2 juta mobil barang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi itu makin diperparah dengan munculnya model mobil dan motor terbaru setiap tahunnya. Tak pelak, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dibuat kebingungan mengatur arus lalu lintas yang selalu macet setiap harinya.

img_title Kemenhub: Pergerakan Penumpang Mudik Lebaran 2026 Tembus 10 Juta Orang, Naik 9,23 Persen

Head of Unit Technical Management Smart City Jakarta, Setiaji mengungkapkan, pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kemacetan lalu lintas. Salah satunya yakni membatasi kendaraan di waktu tertentu.

"Masyarakat terserah mau beli mobil berapa saja. Tapi, kami membatasi penggunaan kendaraan. Seperti penerapan ganjil-genap, juga larangan pemotor melintasi kawasan tertentu," kata Setiaji beberapa waktu lalu.

img_title Pengusaha dan Pengemudi Angkutan Umum Sepakat Jaga Keselamatan Mudik Lebaran 2026

Sementara itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya, menjelaskan, minat warga DKI menggunakan angkutan umum hanya 14 persen.

Itu sebabnya, Kementerian Perhubungan lewat Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) kemudian menargetkan agar keinginan publik untuk naik kendaraan umum bisa mencapai 40 persen pada 2019.

Selanjutnya...menyasar warga perumahan

Transportasi umum memang selalu diandalkan untuk mengurangi tingkat kemacetan jalan. Jenisnya bermacam-macam, mulai dari bus hingga kereta rel listrik atau KRL.

Saat armada TransJakarta diluncurkan pada 2004, banyak yang menyangsikannya. Namun kini, bus-bus yang digunakan selalu terlihat penuh saat jam pergi dan pulang kerja.

Hal serupa juga terjadi pada KRL. Sejak adanya peremajaan sistem, pengguna KRL terlihat semakin banyak.

Bahkan baru-baru ini, Pemprov DKI berencana menghadirkan rute TransJakarta baru. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, ingin bus-bus tunggal baru TransJakarta dioperasikan di rute-rute baru.

Ahok mencontohkan, rute seperti Pantai Indah Kapuk-Balai Kota. Rute itu, bukan rute reguler. Rute tersebut menghubungkan perumahan yang letaknya ada di pengujung Jakarta ke pusat kota.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami sih pengennya, target dari perumahan langsung masuk (ke pusat kota)," ujar Ahok.

Selain TransJakarta, ada pula Jabodetabek Residence (JR) Connexion rancangan Kemenhub. Menurut Budi Karya, JR Connexion merupakan terobosan baru untuk mengurangi kemacetan di daerah penyangga ibu kota.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut