Menanti Duet Indonesia-Arab Saudi

Pertemuan Raja Salman dan Presiden Jokowi di Istana Bogor
Sumber :
  • REUTERS/Adi Weda/Pool

Terkait kerjasama luar negeri, Presiden Jokowi dan Raja Salman juga bertukar pandangan soal kerja sama regional dan internasional, termasuk isu Palestina. Menurut Presiden Jokowi, kemerdekaan Palestina merupakan perjuangan yang harus terus dilakukan.

img_title Risty Tagor Jalani Ibadah Haji Lewat Jalur Undangan Raja Salman, Fasilitasnya Wah Banget!

"Indonesia menegaskan kembali pentingnya penyelesaian konflik berbagai konflik di seluruh dunia termasuk di Timur Tengah secara damai," terang Menlu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kedua kepala negara juga menekankan pentingnya bekerja sama dalam memajukan Islam sebagai rahmatan lil alamin (pemberi rahmat bagi semua). Indonesia mendorong pentingnya persatuan umat Islam untuk kemaslahatan umat Islam dan umat manusia di seluruh dunia.

img_title Hadiri Undangan dari Raja Salman, Sri Mulyani Puji Perbaikan Manajemen Haji

Selain itu, kedua negara sepakat pada peningkatan kerja sama informasi dan kebudayaan, kerja sama di sektor kesehatan, kesepakatan antar otoritas aeronautica, kerja sama di sektor riset dan pendidikan tinggi, peningkatan kerja sama dibidang perikanan dan kelautan, dan kerja sama pemberantasan kriminalisasi.   

Untuk menindaklanjuti pertemuan antara kedua pemimpin, lanjut Menlu Retno Marsudi, kedua pemimpin sepakat untuk segera menindaklanjuti segala kesepakatan-kesepakatan yang dibahas dengan mengirimkan para menterinya.

img_title Pecah Rekor! Khutbah Arafah 2024 Diterjemahkan dalam 50 Bahasa

Masih Umum

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyambut baik kerja sama kedua negara terutama terkait dengan kerja sama di bidang ekonomi dan investasi. Sementara terkait bantuan pendanaan senilai US$1 miliar dari The Saudi Fund Contribution, mantan Direktur Bank Dunia ini menilai kesepakatan yang dibentuk masih belum spesifik.

"Nilainya US$1 miliar, US$750 juta untuk financing program development. Rambunya masih sangat umum, jadi belum diturunkan dalam kesepakatan yang detail," kata Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis 2 Maret 2017.

The Saudi Fund Contribution, kata Menkeu, memang selama ini telah beroperasi di berbagai negara, dengan menggelontorkan sejumlah dana untuk proyek-proyek infrastruktur. Ani, sapaan akrab Sri Mulyani, menolak dengan tegas, kucuran dana tersebut berbentuk pinjaman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi, bisa saja (dana tersebut) digunakan untuk project financial yang kami combine dengan financing yang lain. Itu yang US$750 juta," katanya.

Sedangkan sisanya yang mencapai US$250 juta, akan digunakan untuk mendanai kegiatan-kegiatan mendukung produk ekspor asal negara tersebut, selain dari produk-produk minyak dan gas yang selama ini menjadi komoditas andalan Arab Saudi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut