Selamat Datang di Pulau Dewata Raja Salman!
- VIVA.co.id/M Ali Wafa
Kapal Perang Siaga
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi menyatakan bahwa institusinya telah menyiagakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk pengamanan Raja Salman selama berada di Bali. Menurutnya, langkah itu merupakan prosedur baku dalam mengamankan tamu negara.
Ade menuturkan bahwa pengamanan dilakukan di segala lini baik darat, udara, dan laut. Meskipun untuk yang di laut, dia mengakui jarang terlihat oleh masyarakat. "Karena kan, jarang yang ke laut," ujar Ade.
Ade tidak menyebut secara pasti berapa KRI, atau pun peralatan lainnya yang mendukung keamanan Raja Salman selama berada di Bali. Namun, dia memastikan jumlahnya cukup.
Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Gig Jonias Mozes Sipasulta menyebut wilayah operasional bantuan pengamanan dari instansinya lebih banyak untuk wilayah timur. Tugas itu diserahkan kepada Komando Armada Timur (Koarmatim).
"Ini satu paket, unsur operasional yang ada di perairan Bali (Armatim). Tanggung jawab di Pangdam, tetapi darat, laut, udara harus siap. Itu sudah standarisasi kalau kepala negara," kata Gig.
Gig melanjutkan bahwa TNI AL hanya mengamankan saja di lokasi tertentu. Apakah dengan menggunakan kapal perang atau kapal patroli. "Tetapi, kami berusaha untuk tidak kelihatan. Itu yang dikerjakan," ujarnya.
Sedangkan Kadispen Armatim Letkol (L) Maman Sulaeman menyatakan TNI Angkatan Laut mengerahkan dua buah KRI, yakni KRI Sura-802 dan KRI Hiu-804 untuk pengamanan Raja Salman selama di Bali. Dua KRI ini akan bersiaga di sekitar perairan Bali.
Menurut Maman, dua kapal tersebut akan melakukan tugasnya selama Raja Salman berada di Bali. Jika Raja Salman sudah meninggalkan perairan Bali, kapal tersebut akan kembali lagi ke pangkalan.
Tak berbeda jauh, Panglima Komando Daerah Militer IX Udayana, Mayor Jenderal Kustanto Widiatmoko, menegaskan kesiapannya dalam mengamankan Raja Salman selama berlibur di Bali. Sedikitnya telah disiagakan 2.500 pasukan gabungan dari unsur TNI, Polri, dan elemen terkait lainnya.
"Titik yang kami anggap akan bisa terjadi hal yang tidak diinginkan kami akan siapkan pasukan. Dan, yang khusus ada anti-teror, jihandak, dan sebagainya. Sniper pasti (disiagakan)," kata Kustanto, usai gelar pasukan di Lapangan Lagoon, Nusa Dua, Jumat 3 Maret 2017.