Harap-harap Cemas Proyek Mobil Pedesaan
- Gustomobil
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto meyakini kehadiran mobil pedesaan di Tanah Air tak akan mengganggu pasar mobil komersial para agen pemegang merek. Sebab, menurut dia, belum ada pasar mobil pedesaan.
"Enggak, kan ini (mobil pedesaan) belum ada pasarnya. Maka, artinya kita ciptakan pasar baru untuk itu (mobil pedesaan)," kata Airlangga di kantornya beberapa waktu lalu.
Presiden IOI, I Made Dana Tangkas mengatakan, pengembangan dan desain alat angkut ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan mobilitas hasil produk ekonomi pedesaan semata. Namun, juga sekaligus untuk meningkatkan produktivitas.
Untuk itu, menurut Made, desain kendaraan pedesaan nantinya akan disesuaikan dengan kondisi geografis dan karakter perekonomian masing-masing daerah.
"Desain kendaraan harus fleksibel. Tidak hanya bisa mengangkut hasil produk pertanian atau peternakan, tapi juga untuk mengangkut alat-alat produksi, seperti alat-alat pertanian,” kata Made
![]()
Mobil pedesaan (Foto: VIVA.co.id/Shintaloka Pradita Sicca)
"Kalau bersinggungan dengan pelaku otomotif lain, seperti membuat pikap atau lainnya, menurut saya itu bisa membuat kita akan kalah modal, kalah teknologi, kalah pengalaman. Setahun dua tahun bisa habis kita,” sambungnya.
Terkait nama merek, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan, mengungkapkan nantinya tiap daerah diberikan wewenang secara khusus soal desain ulang dan merek.
"Merek bisa apa aja. Yang kami sekarang bikin ini kan lebih kepada fungsi. Kami bukan mau bikin mobil seperti yang dibikin oleh produsen mobil umumnya. Selain itu, bagaimana kendaraan itu bisa mudah berganti-ganti sesuai porsinya," lanjut dia.
Selanjutnya...proyek untuk semua
Mobil pedesaan merupakan proyek karya anak bangsa. Tak ada kerja sama yang dilakukan dengan negara lain dalam membuatnya. Meski demikian, Kemenperin menggandeng pabrikan otomotif Toyota dan Daihatsu untuk menyukseskan proyek tersebut.
Putu mengungkapkan, saat ini ia tengah berupaya menggandeng sejumlah produsen otomotif untuk terlibat dalam produksi mobil pedesaan.
"Kerja sama ini untuk memasok mesin bagi mobil pedesaan. Kami lagi coba untuk kerja sama dengan Toyota dan Daihatsu. Mereka kan jual kendaraan terbanyak, terutama komponen seperti mesin dan transmisi," ujarnya.