Harap-harap Cemas Proyek Mobil Pedesaan
- Gustomobil
Sementara itu, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Indonesia Motor Manufacturing, Warih Andang Tjahjono mengakui, ia telah mendiskusikan hal itu bersama Menperin. "Kami memang sudah ada diskusi dengan Kementerian Perindustrian," kata Warih saat dihubungi VIVA.co.id.
Sayangnya, hingga kini belum diketahui jelas, apa peran Toyota dan Daihatsu dalam proyek tersebut. Namun, Putu mengungkapkan, fasilitas produksi yang dimiliki produsen otomotif diharapkan bisa digunakan untuk membuat mobil pedesaan.
Soal harga, Kemenperin dan IOI menginginkan agar mobil pedesaan bisa dimiliki dengan harga yang terjangkau. “Harganya Rp60 juta. Itu basis produk, nanti tinggal ditambah aksesorinya,” ungkap Airlangga dalam keterangan resminya.
Untuk bisa mencapai harga tersebut, selain menggunakan 100 persen komponen lokal, Kemenperin juga berencana memberi insentif, sama seperti yang digulirkan pada mobil LCGC. Namun, besarannya tidak akan sama.
"LCGC targetnya untuk bisa membangkitkan komponen dalam negeri. Sedangkan, mobil pedesaan asumsinya komponen dalam negeri ada, tapi targetnya untuk membantu masyarakat pedesaan menyelesaikan mobility mereka," kata Putu.
![]()
Purwarupa mobil pedesaan (Foto: VIVA.co.id/Yasin Fadilah)
Ia juga mengungkapkan, proyek ini bisa diikuti oleh seluruh warga Indonesia. "Kemenperin yang pegang hak patennya. Siapa yang mau bikin, selagi memenuhi syarat yang diberikan, silahkan bikin," tuturnya.
Sekadar informasi, saat ini Kemenperin dan IOI telah mengantongi lima desain mobil pedesaan yang dibuat oleh beberapa mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Indonesia.
Lima desain tersebut akan diseleksi lagi, untuk kemudian dipilih satu yang terbaik. Nantinya, rancangan itu akan dipamerkan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), yang bakal digelar pada Agustus 2017 mendatang. (ren)