Waspada, Predator Seks Anak Merajalela Lewat Media Sosial

Ilustrasi paedofil
Sumber :
  • http://www.affaritaliani.it

Dikatakan Dewi, kesalahan terbesar orang tua adalah membiarkan anak menggunakan teknologi dan internet tanpa adanya pendampingan. Anak sengaja diberikan gadget hanya agar anak tidak rewel, atau sekedar ikutan tren.

img_title Awas! Ada Akun Facebook Palsu Pakai Nama Dewi Perssik, Udah Centang Biru

"Intinya ada di edukasi literasi digital. Bekali anak dengan pengetahuan melindungi diri dari bahaya di dunia maya. Beri mereka pemahaman mengenai penyalahgunaan, resiko maupun hal-hal negatif yang mungkin timbul saat berinternet, beri tahu cara pencegahan atau cara menghindari. Yang terpenting, tekankan ke anak agar selalu berkomunikasi dengan orang tua jika melihat atau mengalami hal aneh atau tidak nyaman saat berinternet," papar Dewi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, lanjut Dewi, sebaiknya orang tua peka jika terkesan ada perubahan dalam perilaku anak. Untuk menghindari situs yang tidak diinginkan, orang tua juga bisa menggunakan software-software parental. Namun itu dikatakannya hanya sebagai alat bantu dan tidak bisa sepenuhnya menggantikan peran orang tua dalam mengawasi anak.

img_title Meta Platform PHK Ratusan Karyawan, 5 Divisi Ini Jadi Target Utama

"Komunikasi dua arah tetap yang utama," katanya.

Sama halnya dengan psikolog Elly Risman yang mengatakan ada tujuh hal penting yang harus diajarkan pada anak di dunia internet. Tujuh hal penting itu adalah orang tua harus siap menjadi ayah, mengasuh anak harus dilakukan berdua, Ayah harus ambil bagian juga, Komunikasi dengan anak,melindungi anak dengan pengajian yang turin. Sedangkan terakhir adalah mengajarkan anak untuk menjaga pandangan dan dipersiapkan menjelang baligh.

img_title Bikin Geram! Jeffrey Epstein Menolak Disebut ‘Iblis’, Klaim Hanya Pelaku Kejahatan Seksual Tingkat Rendah

Sayangnya, ICT Watch belum memiliki data spesifik mengenai jumlah kasus kejahatan internet yang melibatkan korban anak-anak. Namun begitu, Dewi mengungkap jika saat ini, ICT Watch dan beberapa organisasi masyarakat membuat lembaga gabungan dan terbuka untuk menyelamatkan anak Indonesia dari kejahatan Internet, dinamakan Indonesia Child Online Protection (ID-COP).

Dijelaskan Dewi, ID-COP dibentuk di Jakarta pada 1 Desember 2014  di sela pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah pihak antara lain; KPAI, ECPAT Indonesia, Nawala, Terre Des Hommes, Google Indonesia, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jakarta, Kementerian PPPA, Himpunan Psikologi Indonesia, Bareskrim Polda Metro, Yayasan Kita dan Buah Hati, ICT Watch.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut