Jawara Sepeda Motor di Indonesia

Model otomotif di atas motor Honda dalam ajang IMoS 2014.
Sumber :
  • VIVAnewss/Herdi Muhardi

Selanjutnya….masa depan skuter matik

img_title Catat, Ini Risiko Berkendara Sepeda Motor Sembari Dengar Musik


Tidak hanya kondisi baru, skutik bekas pakai juga menjadi buruan banyak konsumen motor bekas. Hal itu diakui oleh pihak PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), agen pemegang merek motor Yamaha di Tanah Air.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut mantan Assistant General Manager Marketing YIMM, Mohammad Masykur, motor matik telah meredupkan kepopuleran motor bebek dan juga motor sport.

img_title Cuma Punya Uang Rp5 Jutaan, Bisa Kok Pilih-pilih Motor Matik Bekas

Ia mengatakan, harga jual yang tinggi dari motor bekas, karena dipengaruhi animo, atau minat masyarakat. Sehingga, sangat wajar harga skutik bekas sangat tinggi. Sebaliknya, motor bebek dan sport bekas pakai cepat anjlok.

"Kami sebagai APM (Agen Pemegang Merek) susah kontrol, karena ada banyak faktor. Kami juga tidak bisa membatasi kesukaan konsumen, karena patokan utama pastinya ada animo masyarakat,” ungkap Masykur beberapa waktu lalu.

img_title Sudah Tahu Belum, Ada Sepeda Motor Matik Seharga Rp319 Juta di RI?

Hal serupa juga dikatakan pemilik gerai motor bekas kawasan di Rawa Belong, Palmerah, Jakarta Barat, Charlie. “Matik paling banyak dicari oleh warga Jakarta. Biasanya, orangtua membelikan motor untuk anaknya yang remaja, atau untuk digunakan aktivitas sehari-hari,” ujar Charlie kepada VIVA.co.id.

Skuter matik Honda Spacy.

Skuter matik Honda Spacy (Foto: VIVA.co.id/Hadi Suprapto)

Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus, menjelaskan, tren skutik di Indonesia di masa depan cenderung naik. Hal itu, karena banyaknya kemudahan yang ditawarkan, baik dalam hal pengoperasian maupun perawatan.

“Pamor skutik tidak akan merosot. Karena, skutik itu kan menjawab kepraktisan dan kemudahan yang dibutuhkan sekali oleh masyarakat urban,” tuturnya saat dihubungi VIVA.co.id, Jumat 23 Maret 2017.

Ia juga mengatakan, pengguna motor kini makin tidak akrab dengan mesin kendaraan. Jadi, pengguna lebih banyak menyerahkan soal mesin kendaraan ke bengkel dan menukarnya dengan uang.

“Itu ciri budaya urban, tidak mau repot. Beda dengan motor bebek. Mereka yang masih senang dengan transmisi manual itu benar benar orang yang cinta kendaraan,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selanjutnya...menguasai pasar motor baru dan bekas

Saat ini, model skutik yang ditawarkan produsen motor semakin beragam. Jika dulu skutik hanya memiliki satu varian saja, kini tiap merek setidaknya menghadirkan dua varian.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut