Suriah, Meniti Kematian dalam Diam
- REUTERS/Ammar Abdullah
Sejak itu tak ada lagi damai di Suriah. Rakyat Suriah mulai terpecah, antara pro pemberontak atau pro pemerintah. Intensitas kekerasan bahkan baku tembak makin sering terdengar. Perlahan warga mulai mengungsi dan menghindari daerah-daerah konflik.  Suriah dinyatakan dalam keadaan perang saudara oleh Palang Merah Internasional pada Juli 2012, atau selang sekitar 18 bulan sesudah pecahnya unjuk rasa damai pada bulan Februari 2011.
Sejak awal perang saudara hingga awal April 2017, sudah lebih dari 300 ribu orang tewas, termasuk perempuan dan anak-anak. Jumlah pengungsi mencapai lima juta orang. Jumlah pengungsi tertinggi terjadi pada 2015, dimana sepanjang tahun tersebut tercatat satu juta warga Suriah memilih meninggalkan negaranya yang tak pernah selesai konflik.
Sebagian besar diantara pengungsi Suriah menuju ke Eropa. Mereka bertarung nyawa melalui jalur Laut Mediterania. Tak semuanya berakhir mulus. Tak semua negara Eropa bersedia membuka pintu bagi mereka. Sebagian lainnya mengakhiri perjalanan mereka di kamp-kamp pengungsi
Konflik yang Kompleks
Konflik di Suriah berkembang semakin kompleks setelah kelompok anti-pemerintah terpecah menjadi beberapa kelompok. Apalagi ketika kelompok Islamic State of Iraq and Syrian atau ISIS mendeklarasikan diri. Kelompok ini terkenal dengan keradikalan dan kesadisannya.
Tim Eaton, seorang ahli Timur Tengah dari lembaga penelitian Chatham House, mengatakan apa yang terjadi di Suriah bukan cuma satu peperangan. "Ini bukan cuma satu peperangan saja," katanya seperti diberitakan oleh BBC. "Perang yang berbeda-beda itu berkelindan satu sama lain di beberapa tempat dengan berbagai cara. Setiap kelompok bentrok dengan berbagai kelompok lain. Di beberapa tempat, rezim Bashar al Assad memerangi ISIS. Di beberapa tempat lain, pemberontak dan kelompok-kelompok bersenjata Kurdi memerangi ISIS," ujarnya.
"Kita tidak dapat melihat para pemberontak sebagai satu kelompok dengan satu sudut pandang, satu rantai komando dan satu pesan politik. Ada banyak kelompok. Beberapa di antaranya dianggap sebagai kelompok teror," ujarnya menjelaskan.
Pada dasarnya, tidak mungkin untuk menganggap suatu kelompok sebagai sepenuhnya baik dan menganggap kelompok lain sebagai sepenuhnya buruk. Tim Eaton juga menyinggung keterlibatan negara lain dalam konflik Suriah. Ia berbicara tentang 'hitam, putih dan sejumlah wilayah abu-abu.'