Mencegah Massa Geruduk Pilkada Jakarta
- VIVAnews/ Muhamad Solihin
Sementara dari Ciamis, Jawa Barat, sekitar 500 orang jalan kaki menuju Jakarta. Sedangkan, masyarakat Jakarta dan sekitarnya seperti Bekasi, Depok, Tangerang dan Bogor akan datang langsung pada hari pencoblosan, Rabu, 19 April 2017.
Nantinya masyarakat dari berbagai daerah akan menginap di masjid atau musala yang ada di Jakarta. "Jadi nanti kami sudah siapkan di masjid-masjid nanti mereka akan datang dan berkunjung di TPS sekitar masjid," kata Ansufri di Masjid Al-Azhar Jakarta Selatan, Senin, 17 April 2017.
Dukungan terhadap kegiatan itu datang dari Wakil Ketua DPR, Fadli Zon. Dia menilai rencana aksi Tamasya Al-Maidah sebagai hal yang wajar. Menurutnya, siapapun bebas datang ke Jakarta untuk memberikan pengawasan saat hari pencoblosan. Tamasya Al-Maidah dinilainya bukan gerakan massa dan tak perlu menjadi masalah.
"Bagus-bagus saja kalau orang mau datang ke Jakarta. Dan itu konstitusional. Apalagi mau berikan satu pengawasan," kata Fadli di gedung DPR, Jakarta, Senin 17 April 2017.
Pola Pengamanan
Pola pengamanan Jakarta pada hari pemungutan suara, 19 April 2017 berbeda dengan pengamanan saat pemilihan di putaran pertama, 15 Februari 2017.
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar, pada Pilkada putaran kedua ini, pengamanan akan dilakukan mulai dari TPS. Setiap TPS yang ada di Jakarta akan ditempatkan dua personel keamanan dari TNI dan kepolisian, serta dibantu petugas Linmas.
Selain pengamanan langsung di TPS, kepolisian dan TNI akan melakukan patroli ke seluruh wilayah di Jakarta, mulai dari wilayah kelurahan hingga ke kecamatan. Satu tim patroli beranggotakan satu regu atau sebanyak 10 personel. "Jadi, masyarakat enggak usah khawatir. Masyarakat lain yang ingin melakukan hal-hal seperti petugas hendaknya jangan dilakukan,” ujarnya.
Tak hanya itu, pola pengamanan juga diterapkan secara berlapis. Bahkan, pengamanan akan dilakukan hingga ke lingkar luar Jakarta atau ke wilayah-wilayah di perbatasan DKI, seperti Depok, Bekasi dan Tangerang.
Presiden Joko Widodo meminta Polri dan TNI untuk menjaga keamanan sehingga tidak ada pihak mana pun yang bisa mengintimidasi warga pemilih. "Semua warga harus dapat melaksanakan hak [pilih] tanpa gangguan, tanpa intimidasi dari pihak mana pun," kata Jokowi di beranda belakang Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 17 April 2017.