Peluru Polisi Bicara, Siapa Salah?

Seorang korban tembak polisi saat razia kendaraan di Kota Lubuk Linggau Sumatera Selatan, Selasa (18/4/2017)
Sumber :
  • Arwin ZA/Rudi Rediansyah/tvOne

Novianti, satu di antara delapan korban penembakan polisi di Lubuk Linggau, dirawat Rumah Sakit Sobirin, Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, Rabu, 19 April 2017.

img_title Polisi Usut Pemilik Ganja, Sabu hingga CD Porno di Sekolah Swasta Jaksel Tempat 995 Senapan Angin Ditemukan

FOTO: Novianti, korban tembakan polisi saat razia kendaraan di Kota Lubuk Linggau, Rabu (19/4/2017)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat itu, Novianti memang sudah menyadari, jika itu sebagai dampak tembakan polisi di bagian belakang mobil. Dan, suasana makin histeris, ketika putranya, Genta juga terkena peluru di kepalanya.

img_title Kegiatan Belajar di Sekolah Swasta Jaksel Berjalan Normal Meski Geger Ada Temuan 955 Senjata Api hingga CD Porno

Mobil yang disopiri Diki (30) itu pun menepi. Namun sial, dua polisi bersepeda motor tetap menembaki mereka dari kaca samping.

Novianti, Diki, dan Dewi Alina (40), Indra (33) dan putranya Genta pun jadi bulan-bulanan. Peluru masing-masing mengenai mereka.

img_title Pramono Minta Kasus 995 Senjata Api-Narkoba di Sekolah Swasta Jaksel Ditindak Tegas: Tidak Boleh Terjadi

"Ada dua polisi lagi yang mendekati pakai motor dan kembali menembak," kata Novianti yang terbaring lemah di rumah sakit.

Ya, umbar peluru ala koboi itu memang tidak sedikit. Pemeriksaan menunjukkan ada 10 selonsong muntahan peluru di lokasi. "Kurang lebih 10 kali tembakan," kata Kepala Biro Penerangan masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Rikwanto di Jakarta.

Alhasil, razia berdarah itu pun akhirnya memakan korban. Dari delapan penumpang, enam orang tertembak, dan seorang di antaranya tewas dengan tiga peluru.

Berikutnya, cuma diancam pecat>>>

Cuma diancam pecat?
 

"Polisi sekarang Brutal mentang2 punya senjata tembak orang seenak jidatnya aja apa ngak bisa tembak bwahnya / bannya saja?" tulis akun Facebook bernama Denny Alwardi menanggapi berita VIVA.co.id soal penembakan satu keluarga di Lubuk Linggau tersebut.

Ya, kecaman mengalir deras atas insiden itu. Netizen di berbagai lini massa benar-benar menghujat aksi tak terpuji polisi tersebut.

Bagi mereka, apa yang dilakukan oleh polisi itu tak pantas terjadi dan mesti mendapatkan sanksi setimpal.

Sejauh ini, dari pemeriksaan Kepolisian, telah diamankan seorang anggota polisi bernama Brigadir Polisi K, yang memang membawa senjata laras panjang jenis SS1.

Pria yang pernah bertugas di Polres Bengkulu itu, diketahui memang ikut dalam razia rutin Kepolisian di Kota Lubuk Linggau yang menewaskan salah seorang anggota keluarga Wawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sudah ditahan untuk diproses," kata Kapolres Lubuk Linggau, AKBP Hajat Mabrur.

Penggunaan senjata api dalam razia polisi, sejatinya memang tidak dibenarkan. Peringatan itu juga telah disampaikan sebelum razia dilakukan kepada petugas polisi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut