Ramai-ramai Rebutan Pasar Otomotif
- VIVAnews/Muhamad Solihin
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebut, ada tiga tantangan yang perlu dihadapi industri otomotif nasional tahun ini agar terus kuat menancapkan kuku bisnisnya dan menjadi salah satu sektor andalan.
Tantangan pertama yakni memproduksi mobil yang mengedepankan isu energi dan lingkungan. "Beberapa negara tujuan ekspor otomotif Indonesia, seperti Timur Tengah, sudah mulai menerapkan pajak emisi karbon. Indonesia masih menerapkan standar Euro2, itu pun tidak penuh," kata Sekretaris Umum Gaikindo Kuku Kumara.
![]()
Pabrik perakitan Toyota di Indonesia. Foto: VIVA.co.id
Tantangan kedua, yakni memproduksi mobil dengan standar keamanan yang lebih ketat. Dia mencontohkan, Indonesia hingga saat ini hanya mewajibkan penggunaan sabuk pengaman di kursi depan. "Perkembangan lebih maju, airbag juga jadi teknologi keamanan yang saat ini makin meningkat. Ini yang harus dikejar industri otomotif Indonesia ke depan," ujar dia.
Terakhir adalah isu perdagangan bebas. Saat ini, kompetisi kendaraan semakin meningkat. Karena, banyaknya pilihan jenis kendaraan lantaran tarif impor yang rendah.Â
Ia mencontohkan masuknya kendaraan berstatus completely built up dan berkompetisi dengan produk dalam negeri. “Makin banyak pilihan, impor biaya masuk relatif murah, bahkan relatif nol. Inilah persaingan yang ada," katanya.
Meski demikian, ia optimistis penjualan mobil tahun ini akan naik. Jika dilihat, pertumbuhan penjualan otomotif saat ini dikatakan naik sekira 4,5 persen. Gaikindo optimistis angka ini bisa tumbuh lebih dari enam persen.
Para pelakon otomotif di dalam negeri juga diminta untuk terus melakukan inovasi teknologi, menambah investasi, meningkatkan serapan tenaga kerja, serta menggandeng mitra lokal. Apalagi industri otomotif merupakan salah satu sektor andalan dalam kebijakan industri nasional yang memiliki peran besar terhadap produk domestik bruto nasional.
"Langkah tersebut diharapkan dapat memacu pertumbuhan dan daya saing sektor manufaktur, sehingga mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Targetnya, pada 2020, produksi industri otomotif bisa mencapai 2,5 juta mobil," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (art)