Membasmi Aksi Brutal Geng Motor Jakarta
- Viva.co.id/Anwar Sadat
Iwan menegaskan pihaknya akan menindak tegas geng motor atau kelompok apapun yang melanggar hukum atau melakukan tindak pidana. Ia mengaku, pihaknya sudah memiliki data geng motor yang biasa ada di wilayah hukumnya. Kata dia, mereka didominasi kelompok remaja berkendara sepeda motor yang sering nongkrong di sejumlah tempat dengan mengaku dari kelompok tertentu. Meski begitu, tak semua kelompok tersebut melakukan pelanggaran hukum.
"Geng motor yang kegiatannya positif juga ada. Seperti itu bukan geng ya, namanya klub motor atau apa. Bakti sosial atau itu. Kalau dia tak melakukan pelanggaran hukum tidak apa-apa mungkin," kata Iwan.
Selanjutnya... Ingin eksis
Ingin eksis
Pengamat sosial Devi Rachmawati mengatakan, munculnya geng motor itu dikarenakan beberapa faktor, di antaranya pembentukan integritas, pemberontakan dan perlawanan terhadap status sosial. Umumnya, geng motor itu berisikan kalangan remaja yang tidak dapat pengakuan dari lingkungan keluarga maupun rumah.
Mereka, kata Devi, mencari alternatif agar bisa eksis dan diakui. Dengan alasan tersebut, tak jarang kalangan remaja bergabung dengan suatu geng apalagi geng motor. "Di dalam geng, mereka itu dapat identitas, dan keuntungan ekonomi jika geng motor tersebut melakukan tindakan pencurian. Untuk yang kalangan ekonomi lemah, mereka bergabung dengan geng motor agar bisa eksis," ujar Devi saat dihubungi VIVA.co.id.
Devi menambahkan, untuk anggota geng motor yang bisa melakukan tindakan kekerasan terhadap korban, dianggap sudah paling hebat. Sebab, namanya akan tersebar di kalangan geng motor lain karena berhasil melukai korban.Â
"Kalau mereka berhasil melakukan penyiksaan, itu akan tersebar. Dan itu akan mendapat penghargaan secara sosial," ucap dia.
Dari pandangannya, mereka yang tergabung dalam geng motor biasanya yang memiliki waktu yang cukup luang dan belum punya tanggung jawab lebih. Sedikit data menunjukkan jika anggota geng motor brutal itu yang sudah menikah bahkan punya anak. Untuk mencegah bertambahnya anggota geng baru, Devi mengimbau agar orangtua berperan aktif.
"Pertama, anak yang memang belum bisa naik motor, tidak punya SIM dan masih di bawah umur dewasa, lebih baik jangan diberi dahulu. Jika orangtua memberikan, itu sama saja menjerumuskan anak untuk melakukan tindakan yang negatif dan sudah melanggar hukum," ucap dia. (one)