Melawan Aksi Teror

Polisi evakuasi jenazah korban bom Kampung Melayu
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

Berdasarkan pemeriksaan petugas Polda Jawa Barat, diketahui terduga pelaku bom bunuh diri Kampung Melayu, Ichwan Nurul Salam, pernah mengenalkan istrinya berinisial GTS ke Asep, pelaku peledakan bom panci di Lapangan Pandawa, Cicendo, Kota Bandung.

img_title Bantu Perangi Terorisme di Afrika, Adakah Niat Terselubung Amerika?

"Kami tetap lakukan mapping, ada kaitannya bom Cicendo karena istrinya (Ihwan) pernah dikenalkan ke Agus pelaku bom," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus, Kamis, 25 Mei 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yusri menuturkan, Asep sudah ditangkap petugas kepolisian pada Maret 2017, usai bom pancinya meledak. Asep diketahui berperan sebagai perakit bom panci Cicendo.

img_title Densus 88 Sudah Pernah Ingatkan Polda Jabar Waspadai Serangan Teroris JAD

Teror bom yang mengejutkan Jakarta ini juga membuat Presiden Joko Widodo. Orang nomor satu di Indonesia mengutuk keras aksi teror tersebut. Instruksinya jelas, kejar para pelaku teror hingga ke akar-akarnya.

"Saya perintahkan untuk mengejar sampai ke akar-akarnya, karena kita tahu korban yang ada, ini sudah keterlaluan," kata Jokowi, dalam keterangan pers, Kamis 25 Mei 2017.

img_title Agus Sujatno Bawa 2 Bom Panci Gunakan Ransel, Hanya Satu yang Meledak

Tak hanya itu, Presiden Jokowi juga langsung meninggalkan Solo terbang kembali ke Jakarta untuk meninjau langsung lokasi ledakan di Terminal Kampung Melayu dan menjenguk para korban yang hingga saat ini masih menjalani perawatan di RS Polri.

"Sekali lagi saya sampaikan kepada seluruh rakyat di seluruh pelosok Tanah Air agar semuanya tetap tenang dan menjaga persatuan. Tetapi kita tetap harus waspada dan semua bersatu melawan terorisme ini. Saya tegaskan sekali lagi bahwa tidak ada tempat di negara kita bagi terorisme," kata Jokowi di RS Polri, Kamis 25 Mei 2017.

Selanjutnya, Intelijen Kecolongan?

Intelijen Lagi-lagi Kecolongan?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, aksi teror yang mengguncang Jakarta ini sebenarnya telah dicium sebelumnya. Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, beberapa hari sebelum kejadian, intelijen sudah mengidentifikasi kemungkinan serangan, namun tidak dapat dipastikan tempatnya.

Setyo juga belum dapat memastikan apakah serangan bom di Kampung Melayu ini juga terkait dengan aksi teror global yang sebelumnya juga mengguncang Manchester Inggris dan Filipina. Ia hanya menegaskan bahwa ini merupakan serangan global.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut