Kanker Kuras Habis Harta Yana Zein
- VIVA.co.id/M Ali Wafa
Mahalnya Pengobatan
Belajar dari penyakit kanker yang diderita almarhumah Yana Zein, bisa dikatakan, hingga kini, pengobatan kanker masih butuh biaya yang sangat tinggi. Karena beban ekonomi yang berat, kebanyakan pasien kanker pun akhirnya meninggal dunia sebelum proses pengobatannya selesai dilakukan. Bahkan seringkali, kanker meninggalkan beban untuk keluarga pasien.
Kasus kematian akibat kanker di Indonesia pun dinyatakan semakin meningkat. Diketahui, sekitar 70 persen kematian di dunia pada dua dekade ke depan akibat kanker, diperkirakan terjadi pada negara dengan pendapatan rendah dan menengah. Sehingga, beban ekonomi masih menjadi pokok permasalahan dari angka kanker yang masih tinggi. Meski di Indonesia terdapat asuransi dari pemerintah, seperti program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) namun program tersebut masih dinilai belum cukup.
"Beban ekonomi belum bisa dibebaskan pada pengidap kanker. Meski adanya Jaminan Kesehatan Nasional sudah mulai membantu, namun angka kematian karena kanker masih cukup tinggi," ujar Kepala pusat kajian ekonomi dan kebijakan kesehatan, Prof. dr. Hasbullah, MPH, DrPH saat bicara soal Pelayanan Kanker di Indonesia beberapa waktu lalu.
Beberapa beban biaya yang mesti ditanggung oleh para pengidap kanker, yakni tagihan rumah tangga, biaya medis, biaya konsultasi, biaya transportasi serta pembelian obat. Terlebih, menurut Hasbullah, sistem pembayaran yang masih belum diawasi dengan baik, membuat biaya pengobatan kanker masih tinggi.
"Seharusnya, sistem JKN itu saat sudah bayar di awal, enggak perlu lagi ada biaya tambahan apa pun. Tapi kenyataannya sekarang, pasien masih dibebani biaya obat yang katanya tidak ditanggung atau kuota biaya yang habis. Ini kan menjadi beban ekonomi lagi," ucapnya.
Namun, tidak hanya perbaikan dari sistem JKN, tapi dari sisi pasien, juga harus memiliki inisiatif untuk mencegah timbulnya beban ekonomi tersebut. Salah satunya yaitu disarankan agar melakukan deteksi dini, guna meminimalisasi perawatan lanjut terhadap kanker di stadium akhir.
"Meningkatkan kesadaran melalui deteksi dini itu penting. Deteksi dini dari diri sendiri maupun pelayanan primer dari dokter umum di puskesmas. Dengan begitu, beban ekonomi bisa ditekan karena dicegah sejak awal," ujarnya.