Denyut Kencang Mobil Bekas Jelang Lebaran
- VIVA.co.id/Pius Mali
"Keempat, pilihan mobil lebih beragam yang dapat disesuaikan dengan kemampuan. Untuk mobil bekas, tersedia unit dari berbagai tahun sehingga konsumen bebas memilih tahun dan jenis mobil, sesuai dana dan kebutuhan mereka,” kata Herjanto.
APM Ikut Bermain
Gurihnya pasar mobil bekas ternyata turut memantik bermunculannya pelakon penjual mobil bekas dalam skala raksasa. Tak hanya datang dari penjual pinggir jalan, namun kini sudah merambah ke Agen Pemegang Merek (APM). Berdasarkan data, sudah ada Mercedes-Benz, BMW, hingga Suzuki yang melakukannya. Suzuki bahkan memberi iming-iming garansi satu tahun bagi mobil-mobil bekas yang dijual.
Menurut Business Development PT SIS, Hendro H. Kaligis, banyak APM melirik bisnis mobil bekas karena besarnya peluang terlebih jelang Lebaran seperti sekarang ini. Kondisi serupa juga berlaku di beberapa negara berkembang lain. Dia menggambarkan penjualan kendaraan dalam bingkai piramida. Di mana posisi paling bawah (terbesar) biasanya diisi sepeda motor, di atasnya ada mobil bekas, lalu mobil baru dan yang paling atas (paling kecil) adalah kendaraan koleksi.
"Tapi di Indonesia tidak ada data yang mencatat itu (penjualan mobil bekas), jadi seakan-akan bisnis mobil bekas tidak sebesar mobil baru. Karena di mobil bekas ada yang namanya transaksi perseorangan, makin tambah tidak teridentifikasi lagi," ujarnya.
Realita juga menyebut bisnis mobil bekas lebih menjanjikan, karena melirik harga yang lebih terjangkau oleh konsumen. Apalagi faktor biaya yang tak besar. Meski ada kalanya beberapa bulan penjualan mengalami byar pet alias turun dan naik, itu merupakan dinamika normal. "Secara modal tidak terlalu besar, contoh punya uang Rp200 juta saja sudah bisa dapat tiga mobil. Beli saja yang Rp60 sampai Rp70 jutaan, jadi memang cukup gampang masuknya (bisnis mobkas), tapi apakah bisa sustain atau tidak itu tergantung," kata Hendro.
Selain APM, diler mobil bekas kini juga makin banyak peredarannya, bahkan di beberapa lokasi sifatnya justru bukan seperti sentra jual beli. Berkaca dari hal itu, secara pertumbuhan mobil bekas dinilai memiliki peluang yang cukup signifikan. "Dulu sentra mobkas cuma ada satu di Pecenongan, tapi saat harga sewa makin mahal dan lain-lain, mulai menyebar ke lokasi lain. Ada pasar mobil Kemayoran, Mangga Dua, dan lainnya. Sentra mobil bekas di Jabodetabek sekurangnya ada 13, paling baru ada di BSD, untuk Gading Serpong saja sudah ada tiga," ucap Hendro.