Hindari Petaka Usai Pesta Kuliner Lebaran

Ilustrasi hidangan Lebaran.
Sumber :
  • Pixabay/sharonang

VIVA.co.id – Hidangan serba lezat, mulai dari opor ayam, rendang, semur, lontong dan ketupat, aneka minuman dan kue manis, tak bisa lepas dari pandangan mata saat Hari Raya Idul Fitri. Setiap melangkahkan kaki bersilaturahmi, semua hidangan serba lemak, serba santan dan tinggi gula serta garam, selalu menggoda.

img_title Cara Buat Daging Rendang Jadi Empuk dan Tidak Alot, Hidangan Lebaran Dijamin Lebih Enak!

Tak heran, jika usaha melawan nafsu makan dan minum selama sebulan berpuasa seringkali berakhir antiklimaks. Bobot tubuh yang sempat turun ketika berpuasa satu bulan penuh, dalam dua hari saja saat Lebaran bisa kembali membludak naik. Banyak orang jadi kalap, ingin makan sepuas-puasnya, ketika Ramadan usai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya itu, 'Pesta Santap Hidangan Lebaran' juga seringkali menjadi petaka, untuk mereka penderita kolesterol, darah tinggi dan diabetes. Mereka ikut kesulitan mengendalikan diri, ketika dihadapkan dengan aneka menu lezat khas Lebaran.  

img_title 5 Menu Lebaran yang Cocok untuk Vegetarian, Tetap Lezat dan Menggugah Selera

Tak hanya mereka yang menderita sakit yang kesulitan mengendalikan diri. Mereka yang sehat, juga ikut rentan menderita berbagai gangguan kesehatan karena pola makan pasca Lebaran yang kebablasan. Hal ini tentu bisa membahayakan tubuh.

Penyakit Usai Lebaran

img_title Agar Makanan Lebaran Tidak Cepat Basi, Ini 5 Tips Penting yang Harus Dicoba!

Bukan hanya berat badan yang melonjak saat Lebaran berakhir. Spesialis penyakit dalam dr. Ari Fahrial Syam bahkan menyatakan, banyak penyakit kronis mengintai karena faktor atau pengaruh hidangan Lebaran.

Mereka yang tak mampu mengontrol makanan dengan baik saat Lebaran, maka penyakit kronis rentan meningkat, seperti hipertensi, kolesterol, asam urat, serta gula darah yang tak terkontrol.

Bukan hanya itu, ketika puasa, tubuh tak menerima banyak asupan makanan. Namun ketika  puasa usai, keingingan seseorang untuk mengkonsumsi makanan berlemak dan berkolesterol  tinggi meningkat saat Lebaran. Maka tak jarang, banyak orang menderita diare saat hari raya.

"Ini karena mereka terlalu banyak makan yang menyebabkan perut menjadi kaget untuk  mencerna."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penyebabnya memang diakui karena makanan. Namun, penyakit kronis dan berbahaya ini tidak  akan terjadi jika Anda mengkonsumsi makanan dalam jumlah moderat.

Menyiasati agar penyakit kronis tak datang kata Ari sesungguhnya juga sangat mudah. Bagi penderita jantung, diabetes, kolesterol, dan hipertensi, mereka dapat mengkonsumsi sayur dan buah lebih banyak. Mengapa? Ini karena asupan buah dan sayur bisa menciptakan rasa kenyang lebih lama. Jadi, ketika tergoda menikmati menu khas Lebaran, Anda pun bisa mengontrol dan mengendalikannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut