Blokir Telegram, Kebijakan Pemerintah Blunder?

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Agus Tri Haryanto

Menurutnya, teroris lebih cenderung menggunakan layanan game online daripada layanan percakapan Telegram untuk bertukar data terkait terorisme.

img_title Telegram Padam dari Semalam

Penggunaan Telegram selama ini lebih banyak digunakan keluarga terduga teroris untuk mencari pekerjaan, karena selama ini layanan percakapan itu sudah dimonitor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

''Kelompok bawah tanah tidak menggunakan layanan chat seperti ini (Telegram), mereka sudah tahu dimonitor. Yang susah (dideteksi), mereka bersembunyi dalam program game, menggunakan fitur chatnya untuk berkoordinasi,'' ungkap Budi seperti dikutip situs BBC, Minggu malam, 16 Juli 2017.

img_title Telegram Panen 70 Juta Pengguna Akibat WA-IG-FB Down

Ia mengatakan, Telegram tidak digunakan kelompok pro ISIS untuk merancang teror, tetapi untuk arah 'social grouping'.

''Telegram dipakai istri-istri teroris dan keluarganya untuk mencari pekerjaan. Yang sesungguhnya juga bisa dilakukan dengan platform lain seperti Whatsapp,'' jelasnya.

img_title WhatsApp Padam, Sementara Pakai Aplikasi Ini

Karena itulah, Budi menganggap langkah pemerintah Indonesia menutup Telegram tidaklah tepat, karena nantinya justru menyulitkan untuk mendeteksinya. ''Sebab kalau diblokir jadi tidak terdeteksi lagi secara penyidikan,'' tuturnya.

Aplikasi Telegram.

Foto Perempuan Telanjang Bocor Tanpa Izin di Telegram

Investigasi BBC menemukan bahwa foto dan video intim perempuan dibagikan di grup-grup dengan banyak anggota di Telegram.

img_title
VIVA.co.id
17 Februari 2022
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut