Menghukum Pelaku Bullying
- VIVA.co.id/ Zahrul Darmawan
Di Indonesia memang sangat sulit mengantisipasi anak autis terhindar dari bully, terutama di lingkungan pendidikan.Â
Tapi jika bully telah terjadi, maka keluarga anak autis harus cermat dan tepat untuk membangkitkan kembali semangat mereka.
Keluarga harus mau mendengarkan apa yang menjadi keluhan saat anak autis menghadapi dunia luar yang belum tentu bisa mengerti dengan kondisi mereka.Â
Menurut anggota organisasi Family Lives, Sandra Hiller, seperti dikutip di laman Bullying, keluarga sudah seharusnya membekali anak autis cara melindungi diri.
Jika bully dilakukan secara verbal, beritahu anak untuk tidak menggubris apa yang dilakukan para pelaku. Buat skenario bagaimana para pelaku bully melakukan aksinya, lalu ajari anak untuk merespons dengan tepat.
Jangan biarkan para pelaku bullying mendominasi hidup anak. Bantu anak mengembangkan kemampuan barunya di lingkungan baru yang positif. Ajak anak ke beberapa komunitas yang mungkin ia sukai. Dengan begitu, anak bisa mendapatkan kembali kepercayaan dirinya dan membantu mereka mendapatkan teman baru. (ren)