Melawan Teror di Barcelona

Lokasi serangan teror di Barcelona, 17 Agustus 2017.
Sumber :
  • REUTERS/Sergio Perez TPX

VIVA.co.id – Raja Spanyol, Felipe, bersama rakyatnya terhenyak dengan serangan teror yang terjadi di Barcelona. Kota yang selama ini cerah ceria dengan ramainya turis dan kegiatan ekonomi masyarakat setempat saat itu berubah jadi mencekam saat segerombolan orang melancarkan aksi teror dengan merenggut nyawa-nyawa tak bersalah. 

img_title Terpopuler: John Herdman Beri Lampu Hijau Taisei Marukawa Bela Timnas Indonesia, Bek Rp295 Miliar Masuk Radar PSSI

Namun, rakyat Spanyol – terutama penduduk di Barcelona – menyatakan tidak gentar atas serangan itu. Buktinya, pada Jumat pagi waktu setempat, 18 Agustus 2017, situasi di Kota Barcelona dilaporkan sudah kondusif. Siangnya, ribuan orang sudah meramaikan lagi Las Ramblas – distrik yang menjadi lokasi serangan. Ini bentuk perlawanan mereka atas para teroris, yang selalu berupaya menebar ketakutan dengan serangan nekat mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami tidak takut,” seru sejumlah orang di sana, seperti yang diberitakan Reuters. Meski demikian, aparat melakukan pengetatan keamanan di berbagai objek vital. Polisi berseliweran memeriksa setiap ransel dan tas jinjing milik pelintas sebagai tindakan berjaga-jaga.

img_title Prancis Dilanda Kerusuhan, Laga PSG vs Barcelona di Liga Champions Dipastikan Tetap Jalan

Raja Felipe dan Perdana Menteri Mariano Rajoy pun mengunjungi alun-alun utama di Barcelona, untuk memimpin hening cipta secara massal dalam rangka mengenang para korban. Banyak orang juga menaruh karangan bunga dan lilin di sepanjang jalan di Las Ramblas. Sejak Jumat kemarin, Spanyol pun menerapkan masa berkabung nasional selama tiga hari.

Memang tak dinyana, terorisme kembali mengusik Spanyol setelah 13 tahun silam. Serangan teror yang diklaim ISIS itu kali ini menewaskan 13 orang dan lebih dari 100 lainnya menderita luka-luka.

img_title Klasemen Liga Champions: Barcelona di Puncak, Inter Milan dan Napoli Terpuruk

Rentang aksi teror yang mencekam sejak Kamis sore hingga Jumat dini hari waktu setempat itu membuat Spanyol bersiaga.  Meski demikian, aparat melakukan pengetatan keamanan di berbagai objek vital di negara tersebut.

Pada Kamis petang sekitar pukul 17.00 waktu setempat, sebuah mobil van Fiat putih sengaja menabraki kerumunan orang di kawasan Plaza de Catalunya. Aksi teror itu menghilangkan 13  nyawa dan sekitar 100 orang menjadi korban cedera. Ternyata, mobil van terus melaju kencang ke jalur pejalan kaki di Las Ramblas yang terkenal sebagai area turis. Van itu lalu ditinggalkan oleh pengemudi di kaki karya seni Mosaic, buatan artis Joan Miro, sebagaimana dilansir laman The Guardian.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut