Bara dalam Sekam di KPK

Direktur Penyidik KPK, Brigjen Aris Budiman, dan anak buahnya, Novel Baswedan.
Sumber :
  • Antara

"Jadi saya tidak bersalah, tidak melanggar Perppu, tidak ada yang saya langgar itu. Semuanya lewat administrasi saya lalui semua," kata mantan Dirreskrimsus Polda Metro Jaya tersebut. [Baca Kapolri: Aris Budiman Sosok yang Jujur]

img_title Harapan Novel Baswedan di Hakordia 2024, Kasus Jerat Firli Bahuri Tidak Berlarut

Ia tak ingin berpolemik dengan tudingan sejumlah pihak yang menyebutnya melawan perintah pimpinan KPK dengan menghadiri Pansus angket. Menurutnya, keberadaan pansus DPR diatur dalam UU, dengan demikian kehadirannya di DPR legal. "Di pihak lain, KPK menyatakan ini ilegal, kan diklaim seperti itu. Ada penengahnya namanya MK, yang belum mengeluarkan keputusan antara mereka siapa yang bener nih. Kan klaim sepihak semua," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di luar itu, jenderal bintang satu Polri ini sangat yakin dengan rekam jejaknya selama ini. Bahkan, publik bisa melacak ke sejumlah daerah di Indonesia, dimana Ia pernah bertugas sebagai anggota Polri. Mantan Kapolresta Pekalongan itu menantang siapapun yang meragukan integritasnya selama betugas di Kepolisian.

img_title Novel Baswedan sebut OTT Penting untuk Mencegah Kerugian Negara

"Kalau saya dibilang tak integritas, wong tak pernah kok saya lakukan pelanggaran sebagainya," tegasnya.

Bukan cuma dalam pekerjaan, klaim Aris, ia pun sangat melarang keras anak, istri serta keluarganya memakai otoritasnya untuk melakukan hal-hal tertentu, apalagi menyalahi peraturan perundang-undangan.

img_title Novel Baswedan Harap Prabowo Subianto Tinjau Ulang 10 Capim KPK

"Saya berkarir tak pernah menggunakan otoritas, saya tidak pernah menggunakan apapun itu. Saya merangkak lho berkarir itu. Tapi saya tidak pernah mengeluh. Tidak," kata Aris.

Tim Independen

Dari Singapura, Novel menjawab semua tuduhan perseteruannya dengan Aris. Dalam wawancara eksklusif dengan tvOne, Novel mengakui pernah mengirimkan email kepada atasannya itu. Namun, Ia membantah sengaja menyerang Aris dan menebar api permusuhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setelah saya kirim (email) memang saya bertemu Pak Aris, dan sering beberapa kali terjadi pertemuan. Artinya saya ini menggambarkan tidak ada sesuatu yang dipersepsikan orang bahwa ada sesuatu permusuhan, saya kira ndak demikian," kata Novel

Novel mengaku siap bila nantinya akan dilakukan verifikasi terkait isu-isu maupun persepsi yang muncul di publik bahwa ada persoalan di internal KPK. "Seandainya pun apa yang disampaikan Pak Aris di pansus ada yang tidak benar, secara pribadi saya maafkan, tidak masalah," terang Novel.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut