Setop Beli Batik Printing!
- ANTARA FOTO/Yusran Uccang
Kalau dibedah, nama 'batik' sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Jawa, 'amba' yang artinya 'menulis' dan 'titik' yang artinya 'titik'. Secara harfiah, batik merupakan seni menghias kain dengan ditulis dan diisi dengan titik-titik.
Proses pengerjaan batik dilakukan dengan cara ditulis dengan menggunakan canting dan cap berbahan logam yang dicelupkan ke dalam cairan lilin sebagai pembentuk motif sebelum dicelup ke dalam cairan pewarna baik yang berbahan dasar alami maupun kimia.
"Banyak yang belum tahu kalau yang diakui UNESCO bukan batiknya, melainkan cara membatik menggunakan canting dan malam. Masih banyak yang tidak tahu, karena memang sosialisasinya kurang. Perhatian dan rasa keingintahuan orang juga kurang. Makanya akhirnya mereka enggak bisa membedakan mana batik yang asli, batik tulis dan cap, dan mana batik tiruan alias printing," ucap Lien.
![]()
Hal senada diutarakan oleh Laretna T. Adishakti selaku Dewan Pakar Paguyuban Pencinta Batik Indonesia Sekar Jagad. Menurutnya, kemunculan batik printing atau sablon memberi imbas negatif untuk perkembangan batik tulis atau cap.
"Batik tidak sekadar simbol atau motif, tapi ada suatu proses di dalamnya. Dalam membuat motif itu juga sebuah kemampuan dan karya tangan yang patut dihargai," kata Laretna.
Dia mengatakan, demi menyejahterakan para pembatik tulis atau cap, sebaiknya konsumen jangan membeli batik printing. Itu lantaran batik printing merusak citra seni membatik yang sesungguhnya.
Hal tersebut juga seharusnya menjadi komitmen warga Indonesia demi menjaga batik sebagai warisan budaya, yakni dengan mengedepankan batik yang dibuat dengan teknik dan proses membatik tradisional.
"Sebenarnya batik itu dulu dapat dikatakan sangat berkembang. Namun, hancur karena tiba-tiba keluar printing yang merusak harkat hidup seniman pembatik," ujar Laretna.
Selanjutnya...
Kenali Cirinya
Lalu, bagaimana cara membedakan batik printing dan batik tulis serta cap?
Anita, seorang pembatik asal Pekalongan mengatakan, motif batik tulis biasanya tidak simetris. Ukurannya pun tidak akan bisa sama persis, karena dikerjakan manual. Kemudian motifnya kain bagian depan dan belakang sama karena pembatikan dilakukan pada kedua sisi.